Loading...

67 Jenis Beras Beredar di Ambon

AMBON (TAJUKTIMUR.COM) – Sebanyak 67 jenis beras yang saat ini beredar di pasar tradisional maupun pasar modern yang ada di Kota Ambon.

“Berdasarkan hasil pengawasan ke lapangan yang dilakukan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku dan sejumlah staf mencatat sebanyak 67 jenis beras yang beredar di Kota Ambon,” Kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Maluku, Bustaman Ohorella di Ambon, Senin.

Dia menjelaskan, dari 67 jenis beras itu tercatat 13 jenis yang sudah dilakukan pemeriksaan dengan menguji sampel, sedangkan 54 lainnya belum dilakukan, namun semua sampel sudah di bawah ke Perum Bulog Maluku guna melakukan pemeriksaan di sana.

“Pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim yakni terkait derajat sosoh, Kadar Air, Butir Utuh, Butir patah Kepala, Butir Patah Broken Butir menir, patahannya seperti apa sehingga bisa dikatagorikan seperti apa jenis beras tersebut,” ujarnya.

Atau jenis beras yang mana saja, lanjutnyta, yang masuk katagori beras premium atau medium.

Bustaman merincikan 13 beras yang sudah di ambil sampelnya diantaranya yakni BBC, Mawar Sejati, Global, Alam Ikan, Tawon, bahkan beras asal Pulau Buru juga diambil sampelnya, Mawar Mas, Dua Udang Phinisi, bibir merah, dan Kelinci.

“Jadi ke-13 jenis beras ini ada yang masuk dalam katagori medium dan ada juga masuk dalam katagori premium,” katanya.

Bustaman mencontohkan beras dua udang selama ini di pasar harga nya Rp12.000/kg, sosonya 95 persen, kadar airnya 13,5 persen, butir patah 12,3 persen, itu berarti beras ini masuk dalam katagori beras medium.

“Itu berarti beras ini masuk katagori medium dijual dengan harga Rp10.250/kg, sedangkan sekarang ini para pedagang menjual dengan harga Rp12.000/kg,” ujarnya.

Guna mengantisipasinya, lanjutnya, Disperindag Masluku sudah mengingatkan pedagang yang bersangkutan untuk segera menurunkan harga jual, dan penurunan harga juga disertai derngan lebel pada karung.

12 jenis beras lainnya yang sudah diperiksa sampelnya yakni beras jernis BBC, Mawar Sejati, Global, Bulir Mas, Alam Ikan, MR.K, Tawon, Namlea, Mawar Mas, 2 Udang, WTJ Phinisi, Bibir Merah, dan kelinci.

(ant/and)

Berita Lainnya
Jusuf Kalla: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Tingkatkan Daya Saing JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberi arahan kepada pelaku industri ...
Pertamina Temukan Cadangan Gas Baru di Pantai Utara Jawa Barat KARAWANG, TAJUKTIMUR.COM - PT Pertamina Hulu Energi melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu En...
Pengusaha Pakistan ingin Perkuat Bisnis dengan Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengusaha Pakistan ingin memperkuat hubungan bisnis dengan Indonesia dalam...
Kemenkeu Pastikan Kelola Utang dengan Hati-Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam menyusun Anggaran Pendapa...
Mendag minta Kepala Dinas Kawal Persediaan Barang Pokok Jelang Natal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta para kepala dinas di pemer...
Kanal: Ekonomi & Bisnis