Loading...

7-Eleven Gulung Tikar

JAKARTA (TAJUK TIMUR.COM) — Per-30 Juni 2017 nanti 7-Eleven memutuskan untuk menghentikan kegiatan seluruh gerainya. Hal ini termuat dalam informasi yang dikirim perusahaan kepada PT Bursa Efek Indonesia tertanggal 22 Juni 2017 sebagaimana diberitakan oleh Republika Online (24/7) pukul 03.02 WIB.

Modern Sevel Indonesia (MSI) yang merupakan anak usaha PT Modern Internasional Tbk selaku pengelola bisnis retail 7-Eleven memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasional seluruh gerainya per 30 Juni 2017. Dalam surat tersebut, Direktur PT Modern Internasional Tbk Chandra Wijaya menjelaskan penghentian operasi disebabkan oleh keterbatasan sumber daya yang dimiliki perseroan untuk menunjang kegiatan operasional gerai 7-Eleven.

Hal ini terjadi setelah Rencana Transaksi Material Perseroan atas penjualan dan transfer segmen bisnis restoran dan convenience store di Indonesia dengan merek waralaba 7-Eleven beserta aset-aset yang menyertainya oleh PT Modern Sevel Indonesia sebagai salah satu entitas anak dari perseroan kepada PT Charoen Pokphand Restu Indonesia, mengalami pembatalan.
“Karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan,” ujar Chandra dalam keterbukaan informasi kepada BEI.
Pihak manajemen 7-Eleven menyebutkan hal-hal material yang berkaitan dan yang timbul sebagai akibat dari pemberhentian operasional gerai 7-Eleven akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku. “Dan akan diselesaikan secepatnya,” katanya.

Dilansir dari situs resmi 7-Eleven Indonesia, manajemen mulai memfokuskan bisnisnya untuk retail 7-Eleven dengan mencanangkan tahun 2013 sebagai awal dimulainya Fresh Food Destination.
Konsep tersebut adalah memposisikan Gerai 7-Eleven sebagai convenience store yang menyajikan makanan segar dengan kualitas terbaik, rasa yang enak, higienis dengan harga yang terjangkau. Pada tahun  2014 perseroan fokus membangun dan mengembangkan pabrik makanan tahap ke-2 yang pembangunannya dimulai pada awal 2013 dan selesai pada akhir 2014.

Sebagai tambahan informasi sebagaimana dimuat oleh id.m.Wikipedia 7-Eleven adalah jaringan toko kelontong (convenience store) 24 jam asal Amerika Serikat yang sejak tahun 2005 kepemilikannya dipegang Seven & I Holdings Co., sebuah perusahaan Jepang.

Pada tahun 2004, lebih dari 26.000 gerai 7-Eleven tersebar di 18 negara.

Di Indonesia, 7-Eleven dikelola oleh PT Modern Putraindonesia, anak perusahaan PT Modern International, yang merupakan distributor Fujifilm di Indonesia. Hingga tahun 2017, 7-Eleven pernah membuka cabang-cabangnya sebanyak 30 gerai di Jakarta saja.

Pemerintah Indonesia terus mengawasi toko kelontong ini agar tidak berubah menjadi minimarket, karena menurut undang-undang, kepemilikan waralaba minimarket harus dari pihak lokal.

Seluruh gerai 7-Eleven di Indonesia ditutup pada tanggal 30 Juni 2017 akibat batalnya diakuisisi oleh PT Charoen Pokphand Restu Indonesia.
(rol/wik/ttc)

Berita Lainnya
PT KCI Targetkan KMT jadi Uang Elektronik Tahun ini JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan Kartu Multi Trip (KMT) bisa...
Lion Air Group Berlakukan Kebijakan Baru Soal Bagasi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air, yang merupakan bagian dari Li...
Kemenkominfo Terus Pantau Proses Refund ‘Bolt’ dan ‘First Media’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah mengeluarkan keputusan pengakhiran penggunaan pita frekuensi radio...
Bank Muamalat Jalin kerja sama Pemanfaatan Data Kependudukan dengan Dukcapil JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerjasama dengan Direktorat Jender...
Selama Liburan Natal dan Tahun Baru, BCA Tetap Buka JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Selama periode libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, layanan kantor PT Ban...
Kanal: Ekonomi & Bisnis