Loading...

Airlangga: Pabrik Pengolahan Garam Gresik Jamin Kebutuhan Industri

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Garam menjadi salah satu bahan baku pokok yang sangat dibutuhkan oleh sejumlah sektor manufaktur untuk menopang keberlanjutan produktivitasnya. Ketersediaannya akan menjamin kinerja industri nasional makin tumbuh dan berdaya saing.

Jadi, garam mendukung supply chain dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

“Kami akan terus mendorong investasi baru atau ekspansi di sektor industri pengolahan garam di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Peresmian Pabrik Pengolahan Garam Industri dan Konsumsi PT UNIchemCandi Indonesia di Kawasan Industri JIIPE Gresik, Jawa Timur, Jumat (9/3/2018).

Menperin memberikan apresiasi kepada PT. UNIchemCandi Indonesia atas sumbanganya membangun ketahanan pangan nasional melalui pembangunan pabrik pengolahan garam industri dan konsumsi yang berbasis teknologi tinggi.

“Ini sejalan dengan program pemerintah, yaitu swasembada garam. Selain itu mampu berkontribusi terhadap perekonomian kita,” ungkapnya seperti dalam rilis tesmi yang diterima tajuktimur.com, Minggu (11/3/2018).

Airlangga optimis dengan pembangunan pabrik baru itu, struktur industri nasional semakin kuat sehingga mampu kompetitif di pasar domestik maupun ekspor. “Inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia, membuat industri pengolahan di dalam negeri. Apalagi, industri-industri yang menyerap bahan baku garam merupakan sektor andalan,” tuturnya.

Menperin pun mendorong UNIchemCandi terus memperluas usahanya, bahkan bisa menaikkan kapasitas produksinya hingga 10 kali lipat sehingga dapat memasok permintaan pasar dalam negeri. “Kami mendukung pabrik ini berkembang dan menjadi contoh bagi perusahaan lain,” ujarnya.

Dirut UNIchemCandi Indonesia, Unn Harris menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksinya. “Melalui pembangunan pabrik baru ini, kami telah melakukan investasi pengolahan garam dengan proses washing dan refinery,” ujarnya.

Pabrik seluas 8 hektare dengan nilai investasi sebesar Rp900 miliar ini, terdiri dari 3 lini produksi. Dua lini untuk garam pencucian dan satu lini untuk garam rafinasi. Dengan kapasitas terpasang saat ini yang mencapai 300 ribu ton per tahun, UNIchemCandi merupakan industri pengolahan garam terbesar di Indonesia.

“Rincian kapasitas produksi untuk garam rafinasi sekitar 70 ribu ton per tahun, sedangkan garam pencucian sebanyak 180 ribu ton per tahun. Namun, pabrik kami ini bisa diperluas lagi hingga 5 lini dengan total kapasitas produksi mencapai 450 ribu ton per tahun,” ungkapnya.

Pabrik garam di Gresik ini satu-satunya industri pengolahan garam yang menggunakan teknologi Pure Vacuum Dry (PVD). Pabrik ini berbasis teknologi tinggi dan terkini, seperti teknologi OCS, full robotic dan automatic palletizing system untuk menghasilkan garam rafinasi dengan kadar NaCl lebih tinggi dari 99 persen dan dengan kadar impurities yang sangat rendah.

(as)

Berita Lainnya
Piala Dunia, Pendapatan Industri Travel Naik 5 Persen JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Asnawi Bahar mengungkapkan gelaran Piala Dunia 2018 di R...
Bank Dunia Kucurkan Pinjaman USD 150 Juta untuk Kesehatan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM —- Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia hari ini menyetujui pinjaman baru sebesar 150 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukun...
BI Buka Operasional Terbatas pada 19-20 Juni 2018 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Menyambut libur dan cuti Lebaran yang berlangsung pada 11-20 Juni 2018, Bank Indonesia (BI) menyatakan bakal membuka layana...
BI Tak Berencana Terapkan Pajak Modal Asing JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pihaknya saat ini tidak memiliki rencana untuk mendorong pengenaan pajak b...
Garuda Indonesia Sebagai Perusahaan Kebanggaan Masyarakat Versi YouGov Brand Index JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM —- Maskapai nasional Garuda Indonesia dinobatkan sebagai perusahaan paling dibanggakan untuk bekerja oleh masyarakat Indonesia...
Kanal: Ekonomi & Bisnis