Loading...

BI Harap Harga Hemat Selama Ramadan

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Malut) mengimbau masyarakat daerah itu agar jangan berbelanja berlebihan saat Ramadan.

Kepala BI Perwakilan Malut Dwi Tugas Waluyanto di Ternate, Selasa, berharap agar momentum Ramadan tidak dijadikan sebagai ajang untuk melakukan pemborosan dengan berbelanja kebutuhan yang tidak mendesak.

“Kami berharap agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya selama Ramadan sesuai dengan kebutuhan, bukan karena selera yang mengakibatkan terjadinya inflasi,” katanya.

Sebab, pada Mei inflasi pada kisaran 0,61 persen, inflasi terjadi pada kelompok kebutuhan makanan, angkutan laut dan juga tarif listrik, dengan indeks harga konsumen sebesar 132,71.

Bahkan, inflasi yang terjadi dipengaruhi oleh sejumlah kebutuhan makan yang mengalami kanaikan seperti bawang putih, cabe nona dan juga terdapat kenaikan pada maskapai penerbangan dan juga tarif listrik yang dinaikan pada bulan lalu.

“Inflasi di bahan makanan terutama ikan segar dan bumbu-bumbuan seperti bawang putih, cabai merah,” katanya.

Sehingga, kalau dibandingkan dengan kebutuhan yang lain cenderung stabil, karena mampu teratasi dengan disediakan permintaan pasar yang cukup memadai untuk kebutuhan masyarakat kota Ternate saat Ramadan kali ini.

Bahkan, untuk Ramadan banyak yang melakukan mudik, sehingga sektor jasa penerbangan juga ikut naik dan inflasi juga sangat berpengaruh ditambah lagi dengan adanya kenaikan tarif listrik pekan lalu.

“Angkutan udara dan tarif listrik juga ada kemungkinan inflasinya naik seperti angkutan udara lebih karena efek naiknya tarif listrik,” ujarnya.

Menurut Miko, inflasi pada kisaran 0,56 hingga 0,76 untuk pertumbuhan perekonomian di Malut masih dikategorikan sangat baik.

“Dampaknya masih oke kok buat pertumbuhan ekonomi karena kenaikannya masih wajar,” ungkapnya.

“Untuk pedagang agar jangan melakukan penimbunan mengingat kali ini aparat kepolisian akan menindak tegas oknum yang terbukti melakukan penimbunan,” katanya.

Dwi berharap ada langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah, melalui Tim pengendali inflasi daerah, bersama-sama menggelar sidak pasar secara rutin, penjualan sembako murah apabila dilihat ada potensi kenaikan, mengajak kerja sama ulama untuk menghimbau masyarakat pada saat ceramah atau kultum agar tidak konsumtif selama Ramadan berlangsung.

Berita Lainnya
Batik Kuasai Pasar Global JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Nilai perdagangan produk pakaian jadi dunia yang mencapai 442 miliar dolar AS akan menjadi peluang besar bagi industri batik...
Senin Sore Rupiah Tembus Rp14.610 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, bergerak melemah sebesar 124 poin menjadi Rp14....
Kementan Targetkan Ekspor 15 Ribu Ton Bawang Merah JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Pertanian intensif mendorong realisasi ekspor berbagai komoditas seperti kelapa sawit, jagung, buah-buahan, bawa...
Barter Valas ke Rupiah Mahal, Ini Kata Ketua Umum GPEI JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Mekanisme dan biaya swap atau sederhananya kegiatan barter valas ke rupiah dikeluhkan kalangan pengusaha karena dianggap mah...
Indef: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hanya Bersifat Sementara JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2018 yang melampaui perkiraan sebelumnya, yakni sebesar 5,27% dibandingkan pe...
Kanal: Ekonomi & Bisnis