Loading...

BI Maluku Dorong Pemberdayaan Pesantren

AMBON (TAJUKTIMUR.COM) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mendorong pemberdayaan pesantren sebagai wujud nyata mendukung pengendalian inflasi di daerah itu.

“Sebagai wujud nyata dukungan pengendalian inflasi di Maluku serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi pesantren, BI Maluku meresmikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada kelompok petani hortikultura di Pesantren Al-Anshor Desa liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Bambang Pramasudi.

Peresmian PSBI kelompok tani hortikultura di desa tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi hortikultura sehingga mampu menekan inflasi khususnya inflasi yang berasal dari komponen harga bergejolak.

Lebih lanjut dikatakan, program sosial BI ini diarahkan kepada bantuan yang dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dalam memberikan bantuan sosial, BI Maluku menyusun konsep dan perencanaan bantuan yang dapat memberikan manfaat secara berkesinambungan dan mampu menyentuh banyak aspek,” ujarnya.

Untuk itu, selain memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana pertanian seperti bibit, pupuk dan cultivator, BI Maluku juga membantu pelatihan dan pendampingan kepada kelompok petani di pesantren.

Bantuan kepada pesantren ini juga sejalan dengan tujuan BI Maluku dalam memperkuat UMKM yang selama ini menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Di sisi lain, BI juga menaruh perhatian terhadap potensi ekonomi pesantren untuk dikembangkan sehingga mampu mandiri dan dapat memberikan dorongan pada perekonomian,” katanya.

Dia mengatakan, program sosial BI di Pesantren Al-Anshor ini juga sejalan dengan salah satu program besar BI terkait pengembangan ekonomi berbasis syariah.

“Potensi ekonomi syariah belum sepenuhnya tergarap dengan baik untuk ikut memberikan dorongan pada pertumbuhan ekonomi. Pada hal jumlah penduduk muslim Indonesia merupakan yang terbesar di dunia,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, BI menekankan pada tiga pilar utama untuk mengembangkan ekonomi berbasis syariah, yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah serta penguatan riset, asesmen dan edukasi syariah.

Di tingkat nasional, BI bersama dengan Kementerian Agama dan pesantren telah menyusun “peja jalan” pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Peta jalan tersebut berisi program-program peningkatan kapasitas pesantren seperti penyusunan standar akuntansi pesantren, pilot project dan replikasi usaha.

Pembentukan virtual market, penyusunan “repository knowledge” serta pendirian induk pesantren.

Program sosial BI merupakan bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat. PSBI antara lain difokuskan pada bantuan strategis yang digunakan untuk mendukung pengembangan ekonomi di provinsi masing-masing.

Di samping itu, bantuan penguatan kualitas pendidikan yang terdiri dari “BI Corner” (perpustakaan), beasiswa dan program bantuan pendidikan dalam bentuk sarana dan prasarana.

Sedangkan bantuan sosial lainnya adalah kepedulian yang mencakup lingkungan hidup, kesehatan, budaya, pariwisata dan keagamaan.

(and/ttcom) 

Berita Lainnya
First Media dan Bolt Dicabut Izinnya oleh Kemkominfo JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT First Media Tbk dan PT Internux (selaku operator penyedia layanan inter...
Garuda Indonesia Group Luncurkan Wifi Gratis di Pesawat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Mulai tahun 2019, penumpang Garuda Indonesia dan Citilink dapat menikmati ...
Indonesia Ikuti Pertemuan Dewan Bisnis APEC PORT MORESBY, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific E...
Kemenkeu Siap Luncurkan Portal Lelang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan siap meluncurkan domain portal lelang Indonesia "lela...
Jusuf Kalla: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Tingkatkan Daya Saing JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberi arahan kepada pelaku industri ...
Kanal: Ekonomi & Bisnis