Loading...

BI Tingkatkan Penggunaan Rupiah di Perbatasan RI-PNG

JAYAPURA (TAJUKTIMUR.COM) – Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan penggunaan rupiah di kawasan perbatasan RI-PNG di Skouw dengan menyediakan loket resmi penukaran mata uang kina menjadi rupiah.

Bank Indonesia memandang pentingnya bertransaksi menggunakan rupiah dengan melihat beberapa dimensi, yakni dimensi hukum, di mana undang-undang mata uang nomor 7 tahun 2011 telah mengatur kewajiban penggunaan rupiah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam setiap transaksi pembayaran yang dilakukan di wilayah NKRI, baik yang bersifat tunai maupun non tunai. “Terus dimensi lainnya, yakni dimensi kebangsaan agar rupiah dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Lalu dimensi ekonomi bisnis,” kata Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, di perbatasan RI-PNG di Skouw, Jumat, 13 Oktober 2017.

Joko menambahkan, sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam sistem pembayaran , pengelolaan uang rupiah memiliki peran yang sangat besar dalam memfasilitasi penggunaan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Memastikan rupiah ada di seluruh wilayah NKRI melalui Bank Indonesia Jangkau (BI Jangkau). Papua, kata Joko, satu dari delapan daerah yang dijadikan pilot project BI Jangkau.

Adapun delapan daerah yang menjadi pilot project yakni Kepulauan Riau, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng disela kunjungannya ke perbatasan Skouw, RI-PNG mengatakan, pihaknya ingin memastikan penggunaan rupiah untuk bertransaksi di wilayah perbatasan atau di titik terdepan negeri.

“Bertransaksi di wilayah NKRI harus menggunakan rupiah, ini sudah aturannya. Oleh sebab itu, orang-orang dari negara tetangga sebelum bertransaksi di wilayah NKRI, harus menukarkan kina terlebih dulu sebelum bertransaksi,” papar Sugeng.

Pihaknya pun meminta kepada semua pedagang yang ada di perbatasan Skouw untuk menolak transaksi jual beli komoditi menggunakan Kina. Sebagai informasi, salah satu bagian dari BI Jangkau adalah pembukaan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan kegiatan penukaran valuta asing bekerjasama dengan Bank BRI.

(ant/and)

Berita Lainnya
Indonesia Halal Watch Dorong Lahirnya Auditor Produk Halal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia Halal Watch (IHW) mendorong lahirnya auditor halal sesuai Undang...
Menperin Minta Insinyur Ciptakan Inovasi Industri 4.0 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai insinyur berperan penting...
Indonesia Tekankan Isu Digital dan Inklusivitas pada APEC JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Isu digital dan inklusivitas menjadi dua poin utama yang disampaikan pemer...
Jokowi: Selama Empat Tahun Pemerintah Bangun Fondasi Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, selama empat tahun pemerintah...
Indonesia Pasar Potensial Produk Halal Jepang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia. De...
Kanal: Ekonomi & Bisnis