Loading...

DPR ajak Turki Berinvestasi di Indonesia

DENPASAR, TAJUKTIMUR.COM – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Turki yang ditandai dengan kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Melalui pertemuan Parlemen anggota MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia), DPR RI optimis bahwa hubungan kedua negara dapat menguat di masa mendatang.

“Sekali lagi kami mengapresiasi partisipasi aktif parlemen Turki dalam MIKTA sebagai upaya strategis untuk memberikan solusi inovatif dalam isu-isu global terkini dan mempererat hubungan kedua negara,” papar Bambang Soesatyo saat bilateral meeting dengan Wakil Ketua Majelis Agung Nasional Turki (TBMM) Mustafa Sentop, Sabtu, di Bali.

Di bidang ekonomi, Bambang menuturkan DPR mendukung peningkatan investasi Turki ke Indonesia.

Bambang berharap melalui kemudahan bisnis dan kebijakan One Stop Service dapat meningkatkan investasi Turki ke Indonesia.

Saat ini, kata Bambang, Indonesia tengah mengembangkan Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah sebagai upaya membangun infrastruktur tanpa harus mengandalkan Anggaran Pemerintah.

“Dalam hal ini kami mengundang investor Turki untuk berpatisipasi dalam program tersebut, mengingat keberhasilan Turki dalam mengelola investasi melalui skema Public-Private Partnership dalam pembangunan bandar udara terbesar Istanbul New Airport,” kata Bambang.

Menurut Bambang, kerja sama ini perlu ditingkatkan salah satunya melalui Indonesia Turkey Comprehensive Economy Partnership (IT CEPA) yang sedang dalam tahap perundingan.

Bambang berharap melalui kerja sama ini hambatan ekspor kedua negara dapat dikurangi.

“Kami berharap melalui kesempatan ini Turki dapat menjadi mitra strategis Indonesia dalam pengembangan ekonomi Islam dunia teruatama dalam pembangunan infrastruktur,” kata Bambang.

Bamsoet menambahkan, iklim investasi Indonesia yang kondusif serta peningkatan tingkat kemudahan berbisnis (Ease of Doing Business) dari urutan ke-91 pada tahun 2016 menjadi urutan ke-72 pada tahun 2017 berdasarkan data Bank Dunia juga dapat menjadi daya tarik bagi investor asing.

“Selain itu penerapan One Step Service melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) juga menjadi faktor pendukung kemudahan investasi ke Indonesia dengan proses yang mudah dan cepat,” jelas Bambang.

Saat ini total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Turki berdasarkan data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengalami peningkatan dari USD1,3 miliar pada tahun 2016 menjadi USD1,7 miliar pada tahun 2017.

Sebelum memgakhiri pertemuan bilateral, Bambang juga menyampaikan keprihatinannya atas krisis ekonomi yang melanda Turki dan berharap ekonomi Turki dapat segera pulih kembali.

Berita Lainnya
Reforminer Institute: Freeport tak Bisa Diambil Alih Gratis JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Divestasi Freeport akan segera rampung bulan ini. Namun, pro dan kontra masih terjadi setelah ditandatanganinya perjanjian final antara holding ...
Kadin Anugerahi Jokowi Sebagai tokoh Pemerataan Pembangunan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi penghargaan Tokoh Pemerataan Pembangunan Nasional oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Se...
Ratusan Perusahaan di Asia Pasifik Ikuti Pameran Transformasi Industri JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 200 perusahaan terkemuka di dunia akan mengikuti pameran "Transformasi Industri Asia Pacific" yang akan berlangsung di Singapura pada 1...
Bank BRI Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Lion Air Group JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk resmi mengelola keuangan Lion Air Group melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakuka...
Marzuki Alie Dorong Penguatan Ekonomi melalui Koperasi SIDOARJO, TAJUKTIMUR.COM - Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie mendorong adanya penguatan ekonomi kemasyarakatan melalui koperasi terutama dalam menyongsong demografi tenaga...
Kanal: Ekonomi & Bisnis