Loading...

Ekspedisi Pulau Terluar BI Tukar Uang Rp3 Miliar

AMBON (TAJUKTIMUR.COM) – Kegiatan ekspedisi kas keliling ke pulau-pulau terluar di wilayah Maluku yang dilaksanakan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Maluku kerja sama dengan TNI Angkatan Laut berhasil menukarkan uang lusuh dengan uang layak edar sebesar lebih dari Rp3 miliar, tepatnya Rp3.051.470.000.

“Semuanya mencapai 61,03 persen dari total modal kerja yang dibawa pada kegiatan itu sebesar Rp5.000.000.000,” kata Ketua Tim ekspedisi Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku Andy Setyo Biwado.

Pelaksanaan kegiatan ekspedisi pulau-pulau terluar di kawasan Maluku Barat Daya (MBD) mencakup penukaran uang dan pelaksanaan program sosial dan juga sosialisasi yang difokuskan pada pengenalan fungsi-fungsi bank sentral dan ciri-ciri uang keaslian uang rupiah khusus emisi tahun 2016.

“Kalau Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa bantuan buku dan alat olahraga untuk sekolah di Pulau Pantar, Ilwaki dan Liran, disamping memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di pada pulau-pulau terluar yang disinggahi,” ujarnya.

Andy mengatakan, pelaksanaan ekspedisi kas keliling pulau terluar yang berlangsung sejak tanggal 31 Oktober hingga tanggal 7 November 2017  yang merupakan kerja sama BI dengan TNI Angkatan Laut yang sudah dilaksanakasn  sejak tahun 2012.

“Pada ekspedisi kali ini BI menjangkau 11 pulau terluar yaitu Pulau Pantar, Marataing, Liran,  Wetar, Ilwaki, Pulau Kisar, Leti, Moa, Lakor, Masela, dan Pulau Tepa,” ujarnya.

“Jadi 11 pulau tersebut termasuk dalam pulau terluar Indonesia, sebagaimana yang ditetapkan  dalam Keputusan Presiden RI No.6 Tahun 2017,” ujarnya.

Ekspedisi kas keliling pulau terluar ini menggunakan KRI Tatihu 853. Programnya dikhususkan untuk daerah yang sulit terjangkau oleh layanan perbankan terutama daerah yang memenuhi kriteria 3T yaitu terluar, terpencil, maupun tertinggal.

“Melalui program ini BI memastikan bahwa rupiah beredar di seluruh Indonesia dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai dan kondisi yang layak edar,” ujarnya.

Karena itu, dalam ekspedisi BI lakukan sosialisasi yang difokuskan pada pengenalan fungsi-fungsi bank sentral dan ciri-ciri uang keaslian  uang rupiah khususnya emisi tahun 2016.

Dengan dikeluarkannya 11 pecahan sekaligus dalam rupiah emisi 2016, BI perlu memastikan bahwa informasi terkait ciri keaslian uang tersebut diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia.

(ant/and)

Berita Lainnya
PT KCI Targetkan KMT jadi Uang Elektronik Tahun ini JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan Kartu Multi Trip (KMT) bisa...
Lion Air Group Berlakukan Kebijakan Baru Soal Bagasi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air, yang merupakan bagian dari Li...
Kemenkominfo Terus Pantau Proses Refund ‘Bolt’ dan ‘First Media’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah mengeluarkan keputusan pengakhiran penggunaan pita frekuensi radio...
Bank Muamalat Jalin kerja sama Pemanfaatan Data Kependudukan dengan Dukcapil JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerjasama dengan Direktorat Jender...
Selama Liburan Natal dan Tahun Baru, BCA Tetap Buka JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Selama periode libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, layanan kantor PT Ban...
Kanal: Ekonomi & Bisnis