Loading...

Harga Minyak Mentah Indonesia Turun US$ 3,88 Per Barel

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Plt Direktur Jendral (Dirjen) Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Februari 2018 mengalami penurunan.

“Sekarang sudah turun walaupun kecil,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terjadi penurunan ICP sebesar US$ 3,98 per barel dari harga pada bulan Januari yang sebesar US$ 65,59 per barel, menjadi US$ 61,61 per barel.

Dengan begitu, harga ICP sepanjang 2018 diperkirakan akan mencapai level US$ 55 per barel, lebih tinggi dibandingkan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang dipatok US$ 48 per barel.

Kendati demikian, terang Ego, belum diketahui pasti apakah Pemerintah akan merevisi harga ICP pada APBN, pasalnya perlu dilakukan pembahasan lintas sektor, “Nah, ini kan nanti melalui proses APBN. Revisinya perlu lintas sektor,” ungkapnya.

Dirinya pun mengaku belum bisa mengetahui besaran angka yang akan direvisi, pasalnya pihaknya menunggu hitungan Kementerian Keuangan terkait perubahan acuan harga ICP, yang diketahui akan berpengaruh pada besaran subsidi energi kedepan.

“Saya tidak bisa mengatakan angkanya, hanya kemungkinan most likely,” katanya.

(as)

Berita Lainnya
Pengusaha Pakistan ingin Perkuat Bisnis dengan Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengusaha Pakistan ingin memperkuat hubungan bisnis dengan Indonesia dalam...
Kemenkeu Pastikan Kelola Utang dengan Hati-Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam menyusun Anggaran Pendapa...
Mendag minta Kepala Dinas Kawal Persediaan Barang Pokok Jelang Natal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta para kepala dinas di pemer...
Merpati Airlines akan Beroperasi Tahun 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhent...
Indonesia Jaring Wisatawan Denmark LONDON, TAJUKTIMUR.COM - Pertemuan bisnis di Kopenhagen yang pesertanya berasal dari industri pelanc...
Kanal: Ekonomi & Bisnis