Loading...

Indonesia Berpotensi Jadi Eksportir Udang Terbesar Dunia

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Indonesia dinilai memiliki potensi lahan pesisir untuk tambak udang terluas di dunia. Hal ini menjadi langkah yang penting bagi Indonesia sebagai produsen dan pengekspor udang.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) Rokhmin Dahuri dalam siaran persnya, Selasa (3/7/2018) mengatakan, dengan udang salah satunya udang vaname dapat membuat Indonesia banyak mendapatkan hasil dagang yang positif dalam perdagangan di Indonesia.

“Terlebih, harga udang yang cenderung mahal dan stabil, bisa menjadi perdagangan Indonesia yang semakin positif,” ujar dia

Lebih lanjut Ia menyarankan, agar Indonesia menjalin kerja sama sinergis dari hulu ke hilir dalam budidaya udang. Serta menggandeng pengusaha pakan, petambak, pengolah untuk bisa menghasilkan udang vaname yang menjadi ekspor baru di dunia perikanan. “Pemerintah, asosiasi, peneliti, dan dosen, harus mengeluarkan atau menyumbangkan kemampuan terbaiknya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menginginkan udang vaname menjadi sebagai salah satu prioritas nasional di bidang perikanan. Berdasarkan data International Trade Center (2017), bahwa kontribusi nilai ekspor udang vaname beku (Whiteleg shrimps) terhadap total nilai ekspor perikanan tahun 2016 mencapai lebih dari 27%. Hasil tersebut membuktikan udang vaname memiliki peranan yang besar terhadap kinerja ekonomi perikanan Indonesia.

Namun sejauh ini, ekspor udang vaname Indonesia masih kalah dengan negara-negara lain, dimana pada 2016 baru USD1,67 miliar. Sedangkan India merupakan yang terbesar yaitu USD3,70 miliar, diikuti Vietnam dengan USD2,71 miliar, Ekuador USD2,60 miliar, China USD2,16 miliar dan Thailand USD1,98 miliar.

Sementara itu, permintaan udang dunia dalam pada 2010-2016 tumbuh 7,45% per tahun (data International Trade Center tahun 2017). Jumlahnya pun meningkat USD22,19 miliar di tahun 2016. Artinya ada potensi besar untuk memperluas ceruk pasar ini.

Dan Indonesia pun diuntungkan dengan bebas dari wabah EMS (early mortality syndrome), yang mengancam produsen udang negara-negara ASEAN. Artinya di saat wabah menyerang negara lain, kita bisa meningkatkan produksi untuk kian meningkatkan ekspor.

Berita Lainnya
Dirjen Bea Cukai: Ekspor Freeport Dorong Penerimaan Bea Keluar JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kinerja ekspor minerba menopang penerimaan bea keluar yang hingga semester I/2018 mencapai Rp3,28 triliun atau 109,1%. Sebag...
Mandiri Syariah Siap Layani Penukaran Uang Diseluruh Embarkasi Haji JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) membuka layanan penukaran Saudi Arabian Riyal (SAR) di seluruh embarkasi haji Indone...
Indonesia Incar Potensi USD88 miliar Pasar Komponen Pesawat Dunia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia menggenjot ekspor komponen pesawat terbang seiring berkembangnya kemampuan industri nasional dalam sektor ini. ...
Menkeu: Pemerintah Kurangi Belanja Barang Dalam RAPBN 2019 BOGOR, TAJUKTIMUR.COM — Pemerintah dalam RAPBN Tahun Anggaran 2019 mengurangi belanja barang, dan merealokasikan ke belanja prioritas untuk membangun ...
PT Pelni Sediakan Fasilitas Rapat hingga Pernikahan dalam Pelayaran SAMPIT, TAJUKTIMUR.COM -- PT Pelni Cabang Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, menyediakan fasilitas rapat hingga pesta pernikahan dalam pela...
Kanal: Ekonomi & Bisnis