Loading...

Industri Mamin Indonesia akan Naik USD50 Miliar Tahun 2025

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Kementerian Perindustrian mengungkapkan industri makanan dan minuman Indonesia akan meningkat hingga empat kali lipat menjadi senilai USD50 miliar pada 2025, jika pemerintah dan sektor industri konsisten mengimplementasikan roadmap Making Indonesia 4.0.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin Abdul Rochim menjelaskan ada beberapa terobosan dalam industri makanan minuman. Pada periode 2019-2020, pemerintah akan memperbaiki alur aliran material, menetapkan pilot project, dan memfasilitasi bantuan cyber-physical systems.

Targetnya pada 2021, sudah bisa mengurangi ketergantungan impor produk pertanian serta produk makanan dan minuman olahan, seperti beras, ayam, gula, makanan laut olahan, cokelat, tepung kanji, serta buah dan sayur olahan.

“Rencana aksi dan rancangan insentif teknologi untuk produsen makanan dan minuman olahan dalam negeri sedang dirancang,” ujar dia dalam siaran persnya, Sabtu.

Dengan implementasi yang serius, pada 2025, industri makanan dan minuman nasional dibidik menjadi pemimpin di pasar makanan kemasan sederhana hingga medium di tingkat ASEAN. Produknya antara lain air minum dalam kemasan, mi, teh siap saji, dan kopi.

Kemudian pada 2030 Indonesia ditargetkan menjadi lima besar eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global.

Selain memacu nilai ekspor, implementasi industri 4.0 juga dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi serta mengurangi biaya produksi. Apalagi dengan keunggulan pasar domestik yang mencapai 30 persen total pasar ASEAN dan sumber daya pertanian berlimpah dengan volume terbesar ke lima di dunia.

Skema pertama adalah peningkatan produktivitas sektor hulu dengan pemanfaatan teknologi, pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM). Kemudian didukung dengan pendanaan dan fasilitasi mesin produksi, efisiensi rantai pasokan, serta meningkatkan produksi makanan kemasan modern dengan inovasi produk.

Pemerintah mencatat, industri makanan dan minuman mampu tumbuh hingga 8,67 persen pada triwulan II/2018, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Selanjutnya, industri makanan dan minuman juga memberikan kontribusi besar terhadap nilai investasi sepanjang semester I/2018, dengan menyumbang 47,50 persen atau senilai Rp21,9 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sedangkan, untuk penanaman modal asing (PMA), industri makanan menyetor 10,41 persen (USD586 juta).

Berita Lainnya
Reforminer Institute: Freeport tak Bisa Diambil Alih Gratis JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Divestasi Freeport akan segera rampung bulan ini. Namun, pro dan kontra masih terjadi setelah ditandatanganinya perjanjian final antara holding ...
Kadin Anugerahi Jokowi Sebagai tokoh Pemerataan Pembangunan JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi penghargaan Tokoh Pemerataan Pembangunan Nasional oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Se...
Ratusan Perusahaan di Asia Pasifik Ikuti Pameran Transformasi Industri JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 200 perusahaan terkemuka di dunia akan mengikuti pameran "Transformasi Industri Asia Pacific" yang akan berlangsung di Singapura pada 1...
Bank BRI Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Lion Air Group JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk resmi mengelola keuangan Lion Air Group melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakuka...
Marzuki Alie Dorong Penguatan Ekonomi melalui Koperasi SIDOARJO, TAJUKTIMUR.COM - Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie mendorong adanya penguatan ekonomi kemasyarakatan melalui koperasi terutama dalam menyongsong demografi tenaga...
Kanal: Ekonomi & Bisnis