Loading...

Ini Pesan Wapres Jusuf Kalla Kepada Kadin

BATAM (TAJUKTIMUR.COM) – Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri (Rapimnas Kadin) 2017 tidak hanya dijadikan ajang mengeluh dan mengkritik pemerintah.

“Rapimnas ini tidak hanya bicara, mengeluh, minta pemerintah, tapi maju bersama-sama karena pemerintah melakukan kebijakan semua tergantung pada anggaran yang tidak sebaik yang kita harapkan, defisit sudah agak tinggi, pajak juga tidak bagus. Artinya, pengusaha juga tidak bayar pajak dengan semestinya sehingga sebelum kritik lainnya kritik diri sendiri dulu,” kata Wapres saat memberikan pengarahan pada Rapimnas Kadin 2017 di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (14/12) malam.

Menurut Wapres, alih-alih mengeluh Kadin harus menjadi salah satu garda terdepan dalam memajukan ekonomi yang berkeadilan melalui pembangunan daerah dan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, yang menjadi tema Rapimnas Kadin 2017.

Lebih lanjut, Wapres menjelaskan, anggota Kadin dapat memulai dengan mengizinkan anak-anak muda magang di perusahaan mereka, mendukung inovasi dan kewirausahaan mahasiswa, dan memberikan contoh pengelolaan bisnis berdasarkan pengalaman mereka.

“Kita bisa bicara hebat, tapi kalau pengusaha tidak memberikan kesempatan kepada mahasiswa magang di perusahaan masing-masing, mendukung ‘entrepreneurship’ di universitas-universitas, tidak akan ada kemajuan SDM,” kata dia.

Menurut JK, sapaan akrab Jusuf Kalla, yang pernah menjabat sebagai ketua Kadin Sulawesi Selatan selama 18 tahun itu, pada akhirnya pengusaha yang akan menikmati hasilnya jika berpartisipasi dalam membangun SDM.

Di satu sisi, anak-anak muda dengan kualitas yang baik dapat bekerja untuk mereka sehingga perusahaan memiliki SDM yang baik, dan di sisi lainnya mereka akan memiliki kesejahteraan yang cukup untuk menjadi konsumen bagi produk-produk perusahaan mereka.

“Saat saya jadi ketua Kadin di Makassar selama 18 tahun karena tidak ada yang mau gantikan, saya lebih sering turun ke daerah, bekerja dengan petani bagaimana memajukan kakao, udang, mengundang eksportir sehingga petani mengetahui kualitas produk yang diinginkan pasar,” kata dia.

Aktivitas itu membuat direktur perusahaan JK protes karena ia lebih sering di luar ketimbang mengurus perusahaan. “Saya jawab, kalau petani makmur, mereka akan mampu beli mobil. Waktu itu saya jualan mobil,” kata JK yang disambut tawa peserta.

Oleh karena itu, Wapres menyerukan kepada semua anggota Kadin untuk bekerja bersama pemerintah dalam menyinergikan antara industri dan pasar, konsumen dan produsen, serta inovasi dan kewirausahaan.

“Semua negara punya masalah, tapi kita punya kekayaan alam yang banyak dan apabila diisi dengan SDM yang kuat kita akan cepat maju, karena keluhan demi keluhan saja tidak akan membantu kemajuan,” kata Wapres.

Berita Lainnya
Kemenkeu Siap Luncurkan Portal Lelang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan siap meluncurkan domain portal lelang Indonesia "lela...
Jusuf Kalla: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Tingkatkan Daya Saing JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberi arahan kepada pelaku industri ...
Pertamina Temukan Cadangan Gas Baru di Pantai Utara Jawa Barat KARAWANG, TAJUKTIMUR.COM - PT Pertamina Hulu Energi melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu En...
Pengusaha Pakistan ingin Perkuat Bisnis dengan Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengusaha Pakistan ingin memperkuat hubungan bisnis dengan Indonesia dalam...
Kemenkeu Pastikan Kelola Utang dengan Hati-Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam menyusun Anggaran Pendapa...
Kanal: Ekonomi & Bisnis