Loading...

Kemenperin: Industri Produk Susu Kental Manis Berkontribusi bagi Ekonomi

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM —- Kementerian Perindustrian menyatakan bahwa susu kental manis (SKM) merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena sudah sesuai standar dan mendapatkan izin edar.

Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto menyampaikan perlunya pengaturan produk SKM ke depannya dapat dilakukan secara lebih bijak.

“Hal ini dimaksudkan untuk menghindari dampak negatif terhadap iklim usaha di sektor industri penghasil SKM yang selama ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Selain itu, apabila industri ini mengalami penurunan maka akan berdampak kepada puluhan ribu peternak sapi perah,” kata Panggah melalui keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan terkait erat dengan keberlanjutan produksi SKM kegiatan ekonomi masyarakat, investasi perusahaan, tenaga kerja di pabrik, dan penyerapan bahan baku susu segar dari peternak lokal.

Kemenperin mencatat, seiring dengan konsumsi produk SKM yang terus naik, industrinya juga terus tumbuh berkembang.

Saat ini, kapasitas produksi pabrik SKM di dalam negeri mencapai 812 ribu ton per tahun.

Sementara nilai investasi di sektor usaha ini telah tembus di angka Rp5,4 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja sebanyak 6.652 orang.

Kehadiran produk SKM di Indonesia dapat dirunut sampai pada masa pra-kemerdekaan.

Pada awal mulanya, SKM masuk ke Indonesia pada tahun 1873, yaitu melalui impor SKM merek Milkmaid oleh Nestlé yang kemudian dikenal dengan nama Cap Nona dan selanjutnya pada tahun 1922 oleh De Cooperatve Condensfabriek Friesland yang sekarang dikenal dengan PT Frisian Flag Indonesia dengan produk Friesche Vlag.

Pada akhir tahun 1967, Indonesia mulai memproduksi SKM pertama kalinya melalui PT Australian Indonesian Milk atau atau yang saat ini dikenal dengan nama PT Indolakto, diikuti oleh PT Frisian Flag Indonesia pada tahun 1971 di pabriknya yang terletak di Pasar Rebo, Jakarta Timur, dan diikuti oleh PT Nestlé Indonesia pada tahun 1973 oleh pabriknya di Provinsi Jawa Timur.

Setelah itu, industri SKM terus berkembang hingga sekarang.

Berita Lainnya
Pertamina Siap Jadi Produsen Baterai Kendaraan Listrik JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- PT Pertamina (Persero) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil memproduksi Lithium Ion Battery (LIB) untuk penggerak m...
Ini Prioritas Anggaran Negara Tahun 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Pemerintah dan DPR telah sepakat Rencana Kerja Pemerintah 2019 mengangkat tema pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan ber...
Garuda Indonesia Laksanakan Kick Off Kesiapan Penerbangan Haji 2018 BANTEN, TAJUKTIMUR.COM -- Maskapai Nasional Garuda Indonesia bersama-sama dengan anak usaha Garuda Indonesia Maintenance Facility (GMF AeroAsia), Keme...
BI: Rupiah Relatif Stabil dan Menguat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Bank Indonesia menyebut pergerakan nilai tukar saat ini sudah relatif stabil dan bahkan cenderung menguat. Gubernur Ban...
Telkom dan Lemhanas-RI Raih Esri SAG Award JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) memenangkan pen...
Kanal: Ekonomi & Bisnis