Loading...

Kementan: Stok Beras Melimpah Hingga Awal Tahun

PONTIANAK (TAJUKTIMUR.COM) – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian Momon Rusmoyo mengatakan stok beras nasional melimpah hingga awal tahun 2018.

“Jika di pulau Jawa biasanya pada Desember panen padi berkurang. Namun kebalikannya di Kalbar justru pada Desember-Januari mengalami peningkatan,” kata Momon di sela kunjungan ke Kalbar, kemarin (24/12).

Ia mencontohkan untuk Kalbar pada Desember hampir 80 ribu hektare tanaman padi siap panen. Sedangkan pada Januari 2018 sekitar 70 ribu hektare tanaman padi yang juga sudah siap dipanen.

“Ini yang mau saya katakan, Insya Allah biasanya untuk di tingkat nasional dari Oktober-November, Desember-Januari itu tidak ada beras. Tapi ini dapat kami buktikan ternyata beras masih banyak bahkan melimpah,” ujar dia.

Apalagi di Kalbar yang paling banyak potensi panennya ada di lima kabupaten yaitu di Sambas, Sanggau, Kubu Raya, Landak dan Ketapang. Momon sendiri menyempatkan hadir pada panen di Dusun Rintau, Desa Bengkang, Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau, Jumat (22/12).

Pada Desember 2017, Kalbar mengalami panen raya, tidak hanya di Kabupaten Sanggau, namun juga dilakukan di Kabupaten Sambas. Ia mengatakan untuk di Kabupaten Sanggau saja saat ini bisa panen hingga 15 ribu hektare.

“Misalnya produktivitas pada dalam satu hektarenya tiga ton maka hasil panen di Kabupaten Sanggau dapat mencapai 45.000 ton gabah kering panen,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bila dikonversikan ke dalam beras, maka untuk Desember saja Sanggau menghasilkan sekitar 22.500 ton. Sedangkan kebutuhan kosumsi beras untuk masyarakat Sanggau sekitar 500 ribu orang maka dapat dihitung hanya sekitar 4.400 ton saja sehingga surplus sebanyak hampir 18 ribu ton.

Momon juga mengungkapkan keberhasilan itu merupakan hasil kerja sama dan keseriusan serta kerja keras tanam pada September di mana pada September 2017 realisasi tanam padi di Kabupaten Sanggau di atas 15 ribu hektare.

“Saya yakin keberhasilan ini berkat dorongan dan pengawalan dari para petugas penyuluh dan teman-teman dari TNI,” katanya.

Secara nasional pada tahun-tahun sebelumnya para petani padi pada Desember hanya dapat menanam sebanyak 500 ribu sampai 700 ribu hektare namun saat ini para petani dapat menanam lebih dari satu juta hektare.

Jika satu hektare menghasilkan enam ton maka secara keseluruhan mencapai enam juta ton gabah kering panen. Kemudian jika dikonversikan ke beras maka akan menghasilkan tiga juta ton. Sedangkan kebutuhan kosumsi beras nasional hanya 2,6 juta ton.

“Jelas dilihat dari angka ini maka secara nasional Indonesia mengalami surplus beras sebanyak 400 ribu ton. Makanya kondisi ini juga berpengaruh terhadap harga jual beras. Dan sudah saya cek harga jual beras saat ini stabil walaupun menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru, yakni dibawah harga eceran tertinggi dengan kisaran di bawah Rp 12 ribu, Rp 11 ribu dan di atas R 8.000 per Kg,” katanya.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Indonesia Ikuti Pertemuan Dewan Bisnis APEC PORT MORESBY, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific E...
Kemenkeu Siap Luncurkan Portal Lelang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan siap meluncurkan domain portal lelang Indonesia "lela...
Jusuf Kalla: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Tingkatkan Daya Saing JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberi arahan kepada pelaku industri ...
Pertamina Temukan Cadangan Gas Baru di Pantai Utara Jawa Barat KARAWANG, TAJUKTIMUR.COM - PT Pertamina Hulu Energi melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu En...
Pengusaha Pakistan ingin Perkuat Bisnis dengan Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengusaha Pakistan ingin memperkuat hubungan bisnis dengan Indonesia dalam...
Kanal: Ekonomi & Bisnis