Loading...

KNPI: Rakyat Resah dan Cemburu dengan Tenaga Kerja Asing

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Muhammad Rifai Darus meminta DPR untuk kritis terhadap banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia. Karena, masalah ini bisa membuat kecemburuan bagi para pekerja Indonesia.

“Rakyat menjadi resah dan galau. Ini membuat kecemburuan semakin lebar apalagi pemerintah seolah-olah lepas tangan,” kata Rifai dalam siaran persnya, Selasa (24/4).

Menurut Rifai, masuknya (TKA) ini bisa membuat posisi rakyat sebagai pekerja semakin lemah. Akibatanya, kemiskinan muncul semakin nyata.

Di saat seperti inilah, seharusnya para wakil rakyat di DPR banyak berbuat dan membela kepentingan rakyat. Namun, Rifai menilai anggota DPR itu banyak yang diam dan membisu.

“Ada yang bilang sudah mandul fungsinya tapi ada yang hanya berani berteriak-teriak di acara televisi saja,” kata Rifai.

Rifai berpesan, jangan hanya karena kepentingan pemilu tahun depan, para wakil rakyat mengabaikan kepentingan para pekerja Indonesia. “Ayo, para wakil rakyat. Kita adalah pemegang kedaulatan utama di negeri ini. Jangan biarkan kita bercerai berai demi kepentingaan sesaat mereka,” kata Rifai.

Berita Lainnya
Indonesia Halal Watch Dorong Lahirnya Auditor Produk Halal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia Halal Watch (IHW) mendorong lahirnya auditor halal sesuai Undang...
Menperin Minta Insinyur Ciptakan Inovasi Industri 4.0 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai insinyur berperan penting...
Indonesia Tekankan Isu Digital dan Inklusivitas pada APEC JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Isu digital dan inklusivitas menjadi dua poin utama yang disampaikan pemer...
Jokowi: Selama Empat Tahun Pemerintah Bangun Fondasi Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, selama empat tahun pemerintah...
Indonesia Pasar Potensial Produk Halal Jepang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia. De...
Kanal: Ekonomi & Bisnis