Loading...

Mendag minta Kepala Dinas Kawal Persediaan Barang Pokok Jelang Natal

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta para kepala dinas di pemerintahan daerah memantau persediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok khususnya menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Hal ini disampaikan Mendag saat memberikan arahan kepada kepala dinas yang membidangi perdagangan dari seluruh Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional jelang Hari Besar Kegamaan Nasional (HBKN) di Batam, Kepulauan Riau.

“Diharapkan melalui rapat koordinasi ini, pemerintah pusat bersama sama dengan pemerintah daerah dapat terus meningkatkan kerja sama dalam mengawal pasokan dan kestabilan harga bapok khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2019,” ungkap Mendag melalui keterangannya diterima di Jakarta, Senin.

Mendag menjelaskan ada dua periode yang harus diwaspadai terkait kenaikan permintaan barang pokok yang dapat menyebabkan lonjakan harga yaitu ketika memasuki Bulan Suci Ramadan dan menjelang akhir tahun.

Khusus periode akhir tahun, terdapat beberapa daerah yang mengalami tren kenaikan harga barang pokok.

Hal ini, disebabkan adanya kenaikan permintaan untuk kebutuhan perayaan hari keagamaan. Daerah tersebut adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Barat.

Selain itu, terdapat beberapa daerah yang diperkirakan akan mengalami kenaikan permintaan di akhir tahun dikarenakan daerah tersebut merupakan daerah tujuan wisata.

Daerah tersebut antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.

Enggar juga menyampaikan, untuk menghadapi potensi kenaikan permintaan barang pokok, pemerintah daerah diharapkan dapat memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan barang pokok.

Mendag meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi antarinstansi di wilayah kerjanya.

Hal ini untuk memastikan ketersediaan barang pokok melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi pemukiman masyarakat berpendapatan rendah.

Selain itu, juga untuk menjaga keamanan dan kelancaran distribusi pasokan yang didukung dengan kesiapan moda angkutan barang.

Mendag juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi.

“Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu, bila diperlukan bekerja sama dengan aparat keamanan,” ujarnya.

Pada hari yang sama Mendag juga melakukan peninjauan Pasar Pujabahari, Kota Batam.

Di pasar ini, Mendag meninjau langsung ketersediaan dan perkembangan harga barang pokok. Mendag meyakinkan bahwa stok tersedia dan harganya stabil tidak ada lonjakan harga.

“Barang pokok di Kota Batam harganya masih terkendali dan stoknya cukup hingga akhir tahun,” tandasnya.

Berita Lainnya
TCASH Berubah Menjadi LinkAja JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Untuk menghadirkan layanan keuangan elektronik yang lebih baik, mudah dan ...
PT KCI Targetkan KMT jadi Uang Elektronik Tahun ini JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan Kartu Multi Trip (KMT) bisa...
Lion Air Group Berlakukan Kebijakan Baru Soal Bagasi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air, yang merupakan bagian dari Li...
Kemenkominfo Terus Pantau Proses Refund ‘Bolt’ dan ‘First Media’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah mengeluarkan keputusan pengakhiran penggunaan pita frekuensi radio...
Bank Muamalat Jalin kerja sama Pemanfaatan Data Kependudukan dengan Dukcapil JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerjasama dengan Direktorat Jender...
Kanal: Ekonomi & Bisnis