Loading...

Menperin Gelar Pertemuan dengan Pengusaha AS

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan dengan pengusaha AS yang beroperasi di Indonesia yang tergabung dalam delegasi Dewan Bisnis AS-ASEAN di Jakarta untuk membicarakan berbagai perkembangan bisnis dan kerja sama.

“Saat ini juga menjadi momentum yang tepat bagi para pelaku industri di dalam negeri untuk terus ekspansi karena pemerintah semakin fokus menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahahan dalam perizinan dan menjaga ketersediaan bahan baku,” kata Airlangga melalui keterangan resmi yang diterima tajuktimur.com, Sabtu.

Menurutnya, sektor manufaktur di Indonesia sedang menunjukkan geliat yang positif karena pengusaha semakin percaya untuk melakukan perluasan usaha dan menyerap tenaga kerja.

Berdasarkan laporan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) yang dirilis Nikkei dan Markit, PMI manufaktur Indonesia naik menjadi 51,4 pada Februari 2018, dibanding Januari pada posisi 49,9. PMI di atas 50 menandakan manufaktur tengah ekspansif.

Bahkan, capaian PMI manufaktur Indonesia pada Februari 2018 tersebut juga memperlihatkan posisi tertinggi pada kondisi operasional sejak Juni 2016 atau 20 bulan yang lalu.

“Kami sampaikan, ekonomi Indonesia akan berada di posisi Top 10 dan kontribusi ekspornya bisa mencapai 10 persen dari GDP. Apalagi, saat ini, Indonesia telah masuk one trillion dollar club,” paparnya.

Menperin pun menyampaikan, beberapa hasil riset internasional menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk investasi.

Seperti, survei US News US News & World Report, di mana Indonesia dinilai sebagai negara tujuan investasi terbaik kedua di dunia, dari 80 negara. Peringkat ini ditentukan berdasarkan tiga indikator, yakni populasi, jumlah GDP, dan pertumbuhan GDP pada 2016.

“Kita mempunyai keunggulan pasar domestik yang sangat luas, dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Selain itu, market capitalization mencapai 500 miliar dolar AS,” ungkapnya.

Bahkan, Indonesia juga bakal menjadi negara ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020.

“Potensi ini kita tunjukkan dengan banyaknya pengguna internet dan penjualan ponsel hingga 60 juta unit per tahun,” imbuhnya.

Seiring capaian tersebut, Menperin meyakini, Indonesia siap menghadapi dan menjalani revolusi industri keempat atau Industry 4.0 yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk manufaktur nasional agar lebih kompetitif di kancah global.

“Ada lima lighthouse industry yang kami siapkan, yaitu indutri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, dan kimia,” sebutnya.

Sedangkan, bagi industri kecil dan menengah (IKM), Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang bekerja sama dengan beberapa marketplace dalam negeri.

“Platform digital e-Smart IKM ini bertujuan untuk meningkatkan akses pasar melalui online atau internet marketing,” ujar Airlangga.

(as)

Berita Lainnya
Rupiah diperkirakan Bergerak antara Rp14.590-Rp14.610 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang melemah tipis tiga poin menjadi Rp14.602 p...
First Media dan Bolt Dicabut Izinnya oleh Kemkominfo JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT First Media Tbk dan PT Internux (selaku operator penyedia layanan inter...
Garuda Indonesia Group Luncurkan Wifi Gratis di Pesawat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Mulai tahun 2019, penumpang Garuda Indonesia dan Citilink dapat menikmati ...
Indonesia Ikuti Pertemuan Dewan Bisnis APEC PORT MORESBY, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific E...
Kemenkeu Siap Luncurkan Portal Lelang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan siap meluncurkan domain portal lelang Indonesia "lela...
Kanal: Ekonomi & Bisnis