Loading...

Menteri ESDM: Divestasi Saham Freeport Selesai Sebelum April

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan pembahasan terkait divestasi 51 persen saham Freeport oleh Pemerintah akan selesai paling tidak pada April mendatang. Jonan menjelaskan pemerintah akhirnya mengambil langkah untuk menjadi mayoritas di Freeport dengan dua cara.

Jonan menjelaskan cara yang akan ditempuh oleh pemerintah, antara lain adalah mengambil participacing interest (PI) Rio Tinto sebesar 40 persen. Sedangkan sisanya pemerintah akan mengambil kepemilikan saham Freeport McMoran yang ada di Indocopper.

“Presiden bilang paling tidak selesai sebelum April. Langkahnya kita ambil PI Rio Tinto dan kita ambil saham Freeport di Indocopper,” ujar Jonan di Kantornya, kemarin.

Jonan menjelaskan sebelum April ini perhitungan valuasi dan proses pengambilan PI serta pembelian saham Freeport McMoran di Indocopper akan selesai dilakuan. Jonan mengatakan, langkah selanjutnya adalah Kementerian ESDM mefinalisasi draft IUPK yang baru.

Jonan juga menjelaskan untuk menjadi mayoritas di Freeport Indonesia, pemerintah akan berusaha untuk membeli saham dengan harga yang sewajarnya. “Ya, kita akan membeli dengan harga wajar hingga kepemilikan saham pemerintah sampai 51 persen,” ujar Jonan.

(as)

Berita Lainnya
BUMN Didorong Terus Tingkatkan Ekspor JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sebagai salah satu langkah untuk memperkuat ekspor, pemerintah menginstruk...
Rupiah diperkirakan Bergerak antara Rp14.590-Rp14.610 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah yang melemah tipis tiga poin menjadi Rp14.602 p...
First Media dan Bolt Dicabut Izinnya oleh Kemkominfo JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT First Media Tbk dan PT Internux (selaku operator penyedia layanan inter...
Garuda Indonesia Group Luncurkan Wifi Gratis di Pesawat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Mulai tahun 2019, penumpang Garuda Indonesia dan Citilink dapat menikmati ...
Indonesia Ikuti Pertemuan Dewan Bisnis APEC PORT MORESBY, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo menghadiri pertemuan Dewan Bisnis Asia-Pacific E...
Kanal: Ekonomi & Bisnis