Loading...

Paytren Terapkan Bisnis Fintech

BANDUNG, TAJUKTIMUR.COM — Perusahaan penyedia layanan teknologi perantara transaksi nasional, PayTren menerapkan platform bisnis financial technology (fintech) untuk membangun Cashless Society di Era Ekonomi Digital Indonesia.

CEO Paytren Hari Prabowo mengatakan pihaknya mendorong masyarakat pengguna gadget, khususnya smartphone berbasis IOS dan Android, untuk meningkatkan fungsi dari hanya sekedar alat berkomunikasi tetapi menjadi alat bertransaksi dengan manfaat dan keuntungan yang tidak akan didapatkan dari cara bertransaksi pada umumnya.

“Dengan sistem layanan bagi seluruh pengguna gadget, khususnya telepon selular, untuk membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada sektor berbasis biaya transaksi (fee-based income),” katanya di sela PayTren 5.0 bertajuk User Journey & Road to Vaganza 2018” dengan tajuk utama Wonderful 7, Kamis (12/7/2018).

Selain itu, kata Hari, pihaknya menciptakan fasilitas yang bertujuan memudahkan dan membantu masyarakat dalam melakukan pembayaran kewajiban dengan menggali potensi kebiasaan mereka dalam penggunaan teknologi (gadget).

“Keunikan lain dari PayTren yaitu dapat memberikan manfaat dan keuntungan lebih dari sekedar aplikasi untuk bayar-bayar,” ujarnya

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PayTren.

Penandatanganan Mou ini dilakukan langsung oleh Gubernur Pemprov Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman dan dari pihak Paytren diwakili oleh Co-Founder & CEO Hari Prabowo, dan dihadiri Founder & Owner PayTren Ustadz Yusuf Mansur.

Kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PayTren ini meliputi Pengembangan dan Implementasi Solusi Pembayaran Elektronik Berbasis Aplikasi Cerdas dan merupakan bagian dari Program Cashless Society-nya Pemprov Babel yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dan melakukan pembayaran yang berhubungan dengan pemerintahan.

Seperti diketahui, PayTren lahir dari pemikiran Ustadz Yusuf Mansur sebagai bentuk kontribusi dalam menunjang kehidupan masyarakat Indonesia berdasarkan kebiasaan dan budayanya.

Hari menyebutkan melalui pemberdayaan manusia potensial dan mandiri dengan konsep jejaring yang up to date sesuai perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat,”pungkasnya

“Kami juga meluncurkan produk yang sejalan dengan program pemerintah untuk membentuk masyarakat tanpa uang tunai,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Kementerian PUPR akan Cek Perizinan Proyek Meikarta JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Plt Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid menyatakan pihaknya bakal mengecek ap...
Peserta Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 Apresiasi Capaian Indonesia BALI, TAJUKTIMUR.COM - Para peserta pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 mengapresiasi berbagai pencapaian Indonesia sebagai tuan rumah. Hadir dalam jumpa pers adalah...
BI Dorong Peran Ekonomi Syariah untuk Pertumbuhan Berkelanjutan BALI, TAJUKTIMUR.COM - Bank Indonesia (BI) terus mendorong peran ekonomi dan keuangan syariah untuk mendukung tercapainya pertumbuhan berkelanjutan (Sustainable Developme...
Sri Mulyani Raih Penghargaan Sebagai Menkeu Terbaik BALI, TAJUKTIMUR.COM - Sri Mulyani Indrawati memperoleh penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik di kawasan Asia Timur dan Pasifik versi majalah Global Markets. Pe...
MUI: Destinasi Wisata Halal Jaga Tujuan Wisata Sesuai Syariat JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kemenpar bersama MUI menggelar acara bimbingan teknis untuk mengembangkan jalur wisata tematik berbasis halal bertempat di Swiss Bell Hotel Gunu...
Kanal: Ekonomi & Bisnis