Loading...

Pemerintah Targetkan Ekspor Naik 11 Persen di Tahun Ini

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa ekspor dan investasi menjadi kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini disampaikan pada acara Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah daerah, dan Bank Indonesia yang berlangsung pada Jumat (13/4) di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat koordinasi ini diselenggarakan Bank Indonesia dengan mengusung tema ‘Pengembangan Industri Berorientasi Ekspor melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri’. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinasyah Tuwo, serta para Walikota dan Bupati di Provinsi Kepulauan Riau.

“Kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ekspor dan investasi. APBN merupakan stimulasi,” jelas Mendag menyampaikan kembali arahan Presiden Joko Widodo.

Tahun 2018, lanjut Mendag, Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 11%. Target ini ditetapkan dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja ekspor Indonesia di tahun 2017 yang mencapai USD 168,7 miliar, atau tumbuh 16,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Indonesia juga berhasil mencatat surplus perdagangan sebesar USD 11,8 miliar.

“Namun demikian, Pemerintah terus berupaya meningkatkan ekspor barang-barang bernilai tambah tinggi,” tandas Mendag.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag juga menyampaikan tiga hal pokok utama yang perlu diperhatikan dalam peningkatan ekspor.

“Ketiga hal tersebut yaitu menjaga ketersediaan bahan baku dan barang modal serta stabilitas harga barang modal pada harga internasional yang kompetitif, perluasan pasar ekspor, serta peningkatan ekspor jasa,” jelasnya.

Upaya menjaga ketersediaan bahan baku dan barang modal, menurut Mendag dapat dilakukan melalui penurunan tarif, memberikan kemudahan dalam proses pengurusan lisensi dan perizinan ekspor dan impor, serta meningkatkan transparansi peraturan ekspor dan impor.

Sedangkan perluasan pasar ekspor dapat dilakukan dengan menjaga jumlah perjanjian perdagangan bilateral, regional dan multilateral; penjajakan pasar-pasar ekspor nontradisional; reorientasi fungsi atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center untuk menjadi agen intelijen bisnis guna mengetahui kebutuhan konsumen; serta mengoordinasikan promosi perdagangan agar dapat dilakukan dalam skala besar secara efisien untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Berita Lainnya
Perkemahan Pramuka Difabel Gunakan Istilah PPBK, Ini Penjelasannya JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Pertemuan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) Tingkat Nasional akan digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta pada 13-19 J...
Muzzammil Akui Presiden Jokowi Pernah Bertemu PKS JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Politik Hukum dan HAM, Al Muzzammil Yusuf, mengakui, adanya pertemuan antar...
Kemendag: Stok Beras dan Gula di Sorong Aman SORONG, TAJUKTIMUR.COM — Stok beras dan gula di Kota Sorong untuk 4 (empat) bulan ke depan masih cukup. Demikian ditegaskan Staf Ahli Bidang Pengamana...
Kemendikbud Beri Bantuan Revitalisasi SMK JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan Program revitalisasi pendidikan kejuruan kepada 219 S...
Kemenperin Dorong Industri Otomotif Dalam Negeri JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong reorientasi industri otomotif di dalam negeri untuk menjadikan Indon...
Kanal: Ekonomi & Bisnis Headline