Loading...

Pertamina Resmikan Dua SPBU Kompak di Papua

JAYAPURA (TAJUKTIMUR.COM) – Manajemen PT Pertamina (Persero) meresmikan pengoperasian dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kompak di Tanah Papua, Jumat, untuk mendukung implementasi program BBM Satu Harga yang dicanangkan pemerintah.

Kedua SPBU Kompak itu terletak di Distrik Suasapor, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, dan Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

SPBU Kompak merupakan lembaga penyalur yang dioperasikan Pertamina bersama mitra untuk mendukung program BBM Satu Harga.

Peresmiannya dipusatkan di kecamatan Suasapor, Kabupaten Tambrauw Papua Barat, oleh Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, Direktur Pengawasan Hilir Migas, Harya Adityawarman, Wakil Bupati Tambrauw Mesak Matusalak Yekwam dan General Manager Marketing Operation Region VIII Maluku Papua Made Adi Putra.

Made Adi Putra yang dihubungi dari Jayapura mengatakan secara nasional Pertamina sudah merealisasikan 29 titik lembaga penyalur BBM di wilayah 3T (terlauar, terdepan dan tertinggal) di seluruh Indonesia.

“Sedangkan di Papua sudah tersedia 13 titik lembaga penyalur (SPBU Kompak) BBM satu harga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pertamina terus mendukung Program BBM Satu Harga, sebagai bagian penugasan pemerintah, di seluruh pelosok Nusantara dengan menambah jumlah lembaga penyalur penyedia BBM satu harga.

“Sampai Akhir November 2017, untuk wilayah Papua dan Papua Barat, Pertamina sudah merealisasikan 12 dari target 16 lokasi BBM Satu harga sampai 2017, sebagaimana ditugaskan pemerintah dalam lampiran Permen ESDM No 36 tahun 2016,” kata dia.

Made menyebut kini SPBU Kompak yang ada di Suasapor dan Oksibil akan menjual produk Solar dengan harga Rp5.150/liter, dan Premium Rp6.450/liter.

Menurut dia, seperti titik lembaga penyalur lainnya dalam Program BBM satu harga, SPBU Kompak terletak di daerah yang sulit diakses.

Untuk menyuplai BBM ke Suasapor, Pertamina mengirim BBM dari Terminal BBM Sorong dengan menempuh medan perjalanan yang sebagian masih berupa tanah dan membuat perjalanan sulit ditempuh oleh truk tangki ukuran sehingga menggunakan truk kapasitas kecil 2.5 KL dan dibutuhkan beberapa kali ritase.

Sementara Wakil Bupati Tambrauw Mesak Matusalak Yekwam mmenyampaikan apresiasinya kepada Pertamina yang telah mewujudkan program BBM Satu Harga di lokasi yang harus ditempuh hingga delapan jam perjalanan darat dari Sorong.

“Mewakili masyarakat Tambrauw saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah mewujudkan keadilan di bidang energi bagi masyarakat setempat,” katanya.

“Sebelumnya harga BBM eceran di Tambrauw mencapai Rp20.000/liter. Namun kini masyarakat dapat menikmati BBM premium dengan harga Rp6.450/liter dan solar seharga Rp5.150/liter. Tentunya hal ini akan meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Pengusaha Pakistan ingin Perkuat Bisnis dengan Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengusaha Pakistan ingin memperkuat hubungan bisnis dengan Indonesia dalam...
Kemenkeu Pastikan Kelola Utang dengan Hati-Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam menyusun Anggaran Pendapa...
Mendag minta Kepala Dinas Kawal Persediaan Barang Pokok Jelang Natal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta para kepala dinas di pemer...
Merpati Airlines akan Beroperasi Tahun 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhent...
Indonesia Jaring Wisatawan Denmark LONDON, TAJUKTIMUR.COM - Pertemuan bisnis di Kopenhagen yang pesertanya berasal dari industri pelanc...
Kanal: Ekonomi & Bisnis