Loading...

Pertumbuhan Pembiayaan BSM Ternate Naik 13,72 Persen

TERNATE (TAJUKTIMUR.COM) – Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatat, pertumbuhan pembiayaan triwulan III di Maluku Utara (Malut) mencapai Rp81,90 triliun atau mengalami kenaikan 13,72 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya.

Branch Manager PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Ternate Abdul Gafur Sjahrir di Ternate, Minggu, mengatakan, paparan di tengah kondisi makro ekonomi yang belum kondusif, Mandiri Syariah membukukan kinerja triwulan II yang makin membaik.

Bahkan, kinerja yang baik itu sejalan dengan implementasi lima strategi utama Mandiri Syariah, yakni pertumbuhan bisnis yang sehat dan sustain, penyelesaian kualitas pembiayaan, peningkatan “fee based income”, produktivitas dan “contribution margin”.

Dimana, pertumbuhan bisnis yang sustain di antaranya tercermin dengan peningkatan aset, pembiayaan berkualitas dan komposisi dana murah.

Sehingga, sampai dengan triwulan II 2017 Mandiri Syariah berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp58,06 triliun atau tumbuh 10,16 persen dibanding Rp52,71 triliun pada triwulan II 2016.

Adapun dana pihak ketiga (DPK), tumbuh 13,34 persen menjadi Rp72,30 triliun dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp63,79 triliun. Mayoritas DPK adalah dana murah dengan komposisi sebesar 51,11 persen yang terdiri dari giro dan tabungan.

“Memang terjadi peningkatan, karena antusias masyarakat Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate terhadap Bank Syariah Mandiri sangat baik,” ujarnya.

Apalagi meningkatnya pembiayaan berdampak positif pada pendapatan margin dan bagi hasil bersih Bank yang tumbuh 14,05 persen menjadi Rp3,53 triliun pada triwulan II 2017 dibandingkan Rp3,09 triliun di triwulan II 2016.

Menurut dia, Mandiri Syariah juga terus memperbaiki kualitas pembiayaan, karena hal ini tercermin dari rasio NPF Gross yang turun menjadi 4,85 persen dari semula 5,58 persen pada triwulan II 2016.

Sedangkan, NPF Nett pada triwulan II 2017 turun menjadi 3,23 persen dibandingkan triwulan II 2016 yang sebesar 3,74 persen.

Di samping itu, Fee Based Income (FBI) sampai dengan Juni 2017 mencapai Rp469 miliar, tumbuh 10,95 persen dibandingkan posisi triwulan II 2016 yang sebesar Rp423 miliar.

Oleh karena itu, dengan perkembangan yang sangat positif tersebut, Mandiri Syariah mencatatkan laba bersih triwulan II 2017 sebesar Rp181 miliar, tumbuh sebesar delapan persen dibanding Rp167,64 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

(ant/and)

Berita Lainnya
PT KCI Targetkan KMT jadi Uang Elektronik Tahun ini JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan Kartu Multi Trip (KMT) bisa...
Lion Air Group Berlakukan Kebijakan Baru Soal Bagasi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air, yang merupakan bagian dari Li...
Kemenkominfo Terus Pantau Proses Refund ‘Bolt’ dan ‘First Media’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah mengeluarkan keputusan pengakhiran penggunaan pita frekuensi radio...
Bank Muamalat Jalin kerja sama Pemanfaatan Data Kependudukan dengan Dukcapil JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerjasama dengan Direktorat Jender...
Selama Liburan Natal dan Tahun Baru, BCA Tetap Buka JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Selama periode libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, layanan kantor PT Ban...
Kanal: Ekonomi & Bisnis