Loading...

Ratusan Bank Luncurkan Sistem GPN

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Indonesia per 4 Desember tahun lalu telah meluncurkan sistem pembayaran sendiri yaitu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Bank Indonesia (BI) menyebut GPN akan mampu menciptakan ekosistem pembayaran yang saling terkoneksi dan interoperabilitas.

Dengan begitu, setiap transaksi yang dilakukan di dalam negeri dapat diproses otorisasi, kliring, dan pembayarannya secara domestik.

Sejak diluncurkan hingga saat ini, tercatat empat perbankan sudah mulai meluncurkan kartu debit berlogo Garuda Merah bertuliskan GPN. Keempat perbankan tersebut antara lain Maybank, Bank DKI, BNI, dan Bank Mandiri.

Kepala Departemen Elektronifikasi dan GPN Bank Indonesia Pungky P Wibowo pada saat peluncuran kartu debit Bank Mandiri berlogo GPN di Jakarta, Senin, mengatakan, pada akhir April nanti BI akan meluncurkan secara serentak implementasi GPN oleh seluruh perbankan yang ada di Indonesia.

“Implementasi GPN diharapkan bisa mendorong transaksi non tunai dan jadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Pungky.

Pungky menyebut terdapat 167 juta pengguna kartu debit di Indonesia dan terus berkembang. Setiap tahunnya pengguna kartu debit tumbuh 20,84 persen. Keinginan masyarakat terhadap layanan perbankan yang saling terhubung dan interoperabilitas kian besar.

“Peningkatan kebutuhan transaksi non tunai masih diiringi inefisiensi dan layanan yang belum saling melayani satu dengan yang lain,” jelas dia.

Oleh karena itu, GPN menjadi salah satu jawaban untuk meningkatkan layanan keuangan masyarakat.

Pungky mengatakan, saat ini di pusat perbelanjaan masih terdapat banyak mesin ATM berjejer begitu pun dengan mesin electronic data capture (EDC) yang beraneka ragam di meja kasir.

“Ke depannya, mesin ATM dan EDC di mall akan semakin sedikit karena satu mesin bisa dipakai untuk kartu debit apa pun melalui GPN ini,” imbuh Pungky.

GPN sendiri merupakan sistem pembayaran terpadu berskala nasional yang dibangun melalui seperangkat aturan dan mekanisme, yang memungkinkan semua bank di Indonesia terkoneksi tanpa terbatasi aturan internal.

“Sebenarnya mirip Master atau Visa Card. Hanya saja GPN ini cakupannya nasional,” kata Praditya Hikmah Perwira, Researcher di Bank BRI, kepada Anadolu Agency, Senin.

Pada skala yang lebih kecil, ujar Pradit, tiga bank yang terhimpun dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yaitu Bank BRI, BNI dan Mandiri sudah melakukan integrasi sistem pembayaran dalam EDC dengan logo Link.

“Seperti Bank BCA dengan jaringan ATM Prima,” kata Pradit.

Menurut dia, GPN dikelola oleh PT Jalin Pembayaran Nusantara yang sahamnya 20 persen dimiliki oleh PT Telkom dan mayoritas dikuasai oleh holding perbankan BUMN, Bank BRI, Mandiri, BNI dan BTN.

“Dengan sistem ini pemerintah bisa mengamankan devisanya. Tidak perlu lari ke Maestro atau Cirrus,” kata Pradit.

Para pedagang (merchant) juga mendapat keuntungan karena tidak lagi harus membayar ke penyedia alat dan sistem pembayaran asing yang biasanya dikenakan biaya 3 persen, ujar dia.

Penerapan GPN membuat biaya aktivitas perbankan menjadi lebih efisien. Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, biaya administrasi pemilik kartu debit berlogo GPN menjadi lebih murah Rp500-Rp1000 setiap bulannya.

Pengguna kartu debit silver Mandiri kini hanya dikenai biaya administrasi Rp2000 perbulan dari sebelumnya Rp2500. Kemudian kartu debit gold dikenai biaya Rp4500 dari sebelumnya Rp5500, dan kartu platinum biaya administrasinya juga turun dari Rp8500 menjadi Rp7500.

Sementara itu, Pungky menjelaskan, biaya merchant discount rate (MDR) untuk setiap transaksi menggunakan EDC yang harus ditanggung gerai perbelanjaan juga turun menjadi maksimal 1 persen untuk transaksi di mesin EDC off us (mesin selain milik bank penerbit kartu) dan maksimal 0,15 persen untuk transaksi di EDC on us (mesin milik bank penerbit kartu).

Sebelumnya, biaya merchant discount rate (MDR) untuk penggunaan kartu pada mesin EDC keluaran bank berbeda (off us) sebesar 2-3 persen.

“Pengurangan biaya MDR tergantung perbankan masing-masing. Yang jelas, biaya yang harus dibayarkan perbankan kepada lembaga switching lebih murah,” jelas Pungky.

Biaya transaksi di ATM off us untuk tarik tunai, cek saldo, ataupun transfer menurut Pungky nantinya akan ada penurunan tarif. Namun, untuk Mandiri menurut Hery, biaya transaksi di ATM Mandiri untuk pengguna kartu debit bank lain masih sama.

“Setelah implementasi dan pengguna kartu debit GPN semakin banyak, tentunya akan ada penurunan tarif,” ungkap Hery.

-Hanya untuk transaksi di dalam negeri

Pungky mengatakan, kartu debit GPN hanya bisa digunakan untuk setiap transaksi di dalam negeri, dan belum dapat digunakan untuk transaksi di luar negeri.

Dalam pelaksanaan GPN, BI telah menunjuk empat lembaga switching untuk menjalankan GPN ini yaitu PT Artajasa Pembayaran Elektronis (ATM Bersama), Rintis Sejahtera (ATM Prima), PT Daya Network Lestari (ATM Alto), dan PT Jalin Pembayaran Nusantara.

Per 31 Desember lalu BI telah mewajibkan seluruh perbankan terkoneksi dengan satu lembaga switching tersebut kemudian menerbitkan kartu debit berlogo GPN.

“Mulai Juni nanti seluruh perbankan sudah harus terkoneksi dengan dua lembaga switching,” ungkap Pungky.

Dari sisi perbankan, menurut Hery, dengan penerapan GPN akan mengurangi peran principal pembayaran asing seperti Mastercard dan Visa. Pemilik kartu debit GPN juga dapat melakukan transaksi melalui ATM dan EDC milik perbankan lain.

Pada tahun ini Mandiri menargetkan penerbitan 4 juta kartu debit GPN untuk sekitar 18 juta nasabah yang ingin mengganti kartu debitnya.

Namun, karena kartu debit GPN hanya bisa digunakan untuk setiap transaksi di dalam negeri, Hery mempersilahkan nasabah untuk memilih menggunakan kartu debit GPN ataupun kartu debit dengan principal pembayaran asing.

“Tapi kita prioritaskan untuk menawarkan kartu debit GPN kepada nasabah baru kami,” jelas Hery.

Berita Lainnya
Indonesia Halal Watch Dorong Lahirnya Auditor Produk Halal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia Halal Watch (IHW) mendorong lahirnya auditor halal sesuai Undang...
Menperin Minta Insinyur Ciptakan Inovasi Industri 4.0 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai insinyur berperan penting...
Indonesia Tekankan Isu Digital dan Inklusivitas pada APEC JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Isu digital dan inklusivitas menjadi dua poin utama yang disampaikan pemer...
Jokowi: Selama Empat Tahun Pemerintah Bangun Fondasi Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, selama empat tahun pemerintah...
Indonesia Pasar Potensial Produk Halal Jepang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia. De...
Kanal: Ekonomi & Bisnis