Loading...

Rupiah Ditutup Menguat 26 Poin ke 13.307

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Mata uang rupiah mengalami penguatan pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah berhasil menguat meskipun ada konflik di semenanjung Korea Utara yang sempat memperkuat pergerakan mata uang dolar AS.

Bloomberg, Kamis 7 September 2017, mencatat mata uang rupiah mengalami penguatan sebesar 26 poin atau 0,20 persen dengan mencapai Rp13.307 per USD.

Yahoo Indonesia merilis mata uang rupiah mengalami penguatan sebesar 31 poin atau 0,23 persen dengan berada pada Rp13.305 per USD.

Sementara, Bank Indonesia (BI) merekam mata uang rupiah mengalami penguatan sebanyak enam poin dengan berada pada 13.331 per USD.

Dalam risetnya, Asia Trade Point Futures (ATPF) menyampaikan, pernyataan dovish salah satu pejabat The Fed dan kekhawatiran meningkatnya ketegangan di semenanjung Korea berimbas pada nilai tukar mata uang USD pada sesi perdagangan hari Selasa semalam.

Pejabat The Fed, Lael Brainard menyatakan bahwa melambatnya inflasi AS akan membuat The Fed berhati-hati untuk menaikkan tingkat suku bunganya.

Selain itu, terdeteksinya Korut yang sedang memindahkan misil antar benuanya ke area bibir pantai yang berbatasan dengan Korsel semakin meningkatkan eskalasi ketegangan di semenanjung Korea.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Lion Air Group Berlakukan Kebijakan Baru Soal Bagasi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air, yang merupakan bagian dari Li...
Kemenkominfo Terus Pantau Proses Refund ‘Bolt’ dan ‘First Media’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah mengeluarkan keputusan pengakhiran penggunaan pita frekuensi radio...
Bank Muamalat Jalin kerja sama Pemanfaatan Data Kependudukan dengan Dukcapil JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerjasama dengan Direktorat Jender...
Selama Liburan Natal dan Tahun Baru, BCA Tetap Buka JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Selama periode libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, layanan kantor PT Ban...
PT KCI Batalkan Rencana KRL Premium SERANG, TAJUKTIMUR.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membatalkan rencana pengoperasian KRL Pr...
Kanal: Ekonomi & Bisnis