Loading...

Rupiah Terus Melemah, Pertamina: Harga BBM Masih Tetap

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – PT Pertamina (Persero) menegaskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Pertamina tidak mengalami penyesuaian.

“Harga BBM Pertamina masih tetap dan belum ada rencana penyesuaian harga,” tegas Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, Rabu (5/9).

Sebagai salah satu badan usaha hilir migas, Pertamina akan terus memantau kondisi nilai tukar rupiah ini, lanjut Adiatma agar Pertamina tetap mampu menjaga penyediaan dan melayani kebutuhan BBM di masyarakat. Selaku Badan Usaha, Pertamina akan melaporkan setiap perubahan harga BBM kepada Pemerintah cq Menteri ESDM, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.

“Pertamina patuh pada aturan Pemerintah bahwa setiap penyesuaian harga harus dilaporkan dahulu,” jelas Adiatma.

Berita Lainnya
Bank BRI Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Lion Air Group JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk resmi mengelola keuangan Lion Air Group melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakuka...
Marzuki Alie Dorong Penguatan Ekonomi melalui Koperasi SIDOARJO, TAJUKTIMUR.COM - Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie mendorong adanya penguatan ekonomi kemasyarakatan melalui koperasi terutama dalam menyongsong demografi tenaga...
Pertamina: 69 Terminal BBM Siap Salurkan B20 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Pertamina (Persero) telah menyalurkan bahan bakar campuran biodiesel 20 persen (B20) pada 69 terminal BBM sejak 1 September hingga 14 Septem...
Revolusi Industri 4.0 Kesempatan Generasi Muda Kuasai Ekonomi Digital JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Era revolusi industri 4.0 membuka kesempatan bagi sumber daya manusia (SDM) khususnya generasi muda di sektor manufaktur untuk memiliki keahlian...
Kurs Rupiah Dibuka Melemah ke Rp14.830 per Dolar AS JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di perdagangan pasar spot awal pekan ini. Rupiah tidak mampu melanjutkan p...
Kanal: Ekonomi & Bisnis