Loading...

Sandiaga akan Tukar Semua Aset Dolarnya ke Rupiah

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno mengatakan akan menukarkan aset dolar Amerika Serikat yang dimilikinya ke rupiah. Hal ini untuk menyikapi melemahnya kurs rupiah terhadap dolar.

“Saya sudah mengkonversi simpanan saya ke rupiah. Ini waktunya sama-sama membela negara, jangan sampai terpecah-belah. Spekulan banyak, jangan mau kita terkecoh, apalagi mereka banyak akalnya daripada akhlaknya,” ucap Sandiaga di Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/9).

Sandiaga tidak menyebut berapa banyak dolar yang akan dia tukarkan. Dia hanya mengatakan nilainya cukup signifikan. “Ya, lumayanlah kalau dari LKHPN saya sekitar 35 persen dari holding saya. Kan sebenarnya kalau dilihat 95 persen dari nilai holding saya kebanyakan rupiah,” ucap Sandiaga.

Sandiaga berharap rupiah bisa kembali menguat. Hal ini untuk menjamin kelancaran bisnis dan ekonomi masyarakat Indonesia.

“Jadi kalau politikus beneran, doanya mudah-mudahan (rupiah sampai) Rp 15 ribu, mudah-mudahan ekonomi jeblok. Kalau saya nggak. Saya tahu begitu krisis 10 tahun ini kita, waktu krisis 1997-1998, berapa tahun kita recovery-nya, 10 atau 12 tahun,” ucap Sandiaga.

Berita Lainnya
TCASH Berubah Menjadi LinkAja JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Untuk menghadirkan layanan keuangan elektronik yang lebih baik, mudah dan ...
PT KCI Targetkan KMT jadi Uang Elektronik Tahun ini JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan Kartu Multi Trip (KMT) bisa...
Lion Air Group Berlakukan Kebijakan Baru Soal Bagasi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air, yang merupakan bagian dari Li...
Kemenkominfo Terus Pantau Proses Refund ‘Bolt’ dan ‘First Media’ JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah mengeluarkan keputusan pengakhiran penggunaan pita frekuensi radio...
Bank Muamalat Jalin kerja sama Pemanfaatan Data Kependudukan dengan Dukcapil JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menjalin kerjasama dengan Direktorat Jender...
Kanal: Ekonomi & Bisnis