Loading...

Sudah Saatnya Industri Halal Indonesia Masuk ke Pasar Global

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Industri halal Indonesia masih punya banyak peluang untuk terus dikembangkan bahkan menjadi salah satu pemain di industri halal global. Tentu saja hal itu harus dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat.

Pakar pemasaran Indonesia dan Presiden MarkPlus&Co, Hermawan Kartajaya mengajukan beberapa langkah yang bisa dilakukan para pelaku industri halal Indonesia untuk masuk ke pasar global.

“Jadi betul-betul menguasai industrinya dulu baru dibuat brand halalnya,” kata Hermawan saat menjadi pembicara di hari pertama penyelenggaraan Indonesia International Halal Lifestyle Expo & Conference (INHALEC) 2017 di Balai Kartini Expo & Convention Center, Jakarta, Kamis (19/10).

Hermawan sepakat dengan Chairman Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar yang menggagas event tahunan INHALEC ini bahwa acara serupa memang harus dibuat demi kebesaran Negara Kesatuan Republik Indonesia di mata dunia.

Dia juga sepakat dengan cara Halal Lifestyle Center yang membagi industri halal menjadi 10 aspek, seperti diantaranya mulai dari makanan, fashion, kosmetik, kesehatan, dan sebagainya. “Uraikan halal lifestyle itu menjadi banyak cabang agar lebih berkembang. Kuasai industrinya lalu, make it bigger brand,” kata Hermawan.

Salah satu cara untuk membuat brand halal menjadi besar adalah tiap pelaku industri setelah menguasai industri baru mengkaji kehalalannya. “Kuasai dulu bidang baru itu lalu buat brand halalnya,” kata Hermawan menegaskan.

Hermawan mencontohkan industri makanan Halal Boys dan Halal Guys yang mulai berkembang di negara yang justru bukan mayoritas Islam. “Inovasi mereka bagus, makanannya enak dan halal. Di Indonesia kita ada Wardah, kosmetik yang bukan hanya halal tapi juga berkualitas.”

Contoh lain Hermawan menunjuk pada perkembangan industri wisata halal di Korea. Menurutnya pariwisata halal Korea bisa dengan mudah berkembang karena awalnya memang sudah punya destinasi wisata yang top.

“Lalu baru kemudian diatur tipe turnya,” kata Hermawan menjelaskan tentang pola Korea menciptakan paket-paket wisata halal untuk pelancong Muslim.

Dengan berbagai contoh itu Hermawan bermaksud mengajak agar industri halal tidak diartikan dengan sempit, hanya dari orang Islam untuk orang Islam semata.

“Orang non muslim juga tersentuh dengan nilai-nilai keadilannya ekonomi syariah,” katanya menjelaskan.

Dia menegaskan industri halal mestinya bisa dinikmati pula oleh beragam orang tanpa memandang agamanya, karena yakin industri halal pasti berkualitas.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Indonesia Halal Watch Dorong Lahirnya Auditor Produk Halal JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia Halal Watch (IHW) mendorong lahirnya auditor halal sesuai Undang...
Menperin Minta Insinyur Ciptakan Inovasi Industri 4.0 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai insinyur berperan penting...
Indonesia Tekankan Isu Digital dan Inklusivitas pada APEC JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Isu digital dan inklusivitas menjadi dua poin utama yang disampaikan pemer...
Jokowi: Selama Empat Tahun Pemerintah Bangun Fondasi Ekonomi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, selama empat tahun pemerintah...
Indonesia Pasar Potensial Produk Halal Jepang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia. De...
Kanal: Ekonomi & Bisnis