Loading...

Wisatawan Muslim Millennial Dorong Pertumbuhan Industri “Travelling”

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Generasi milenial Muslim adalah kaum yang hobi berwisata keliling dunia. Hal tersebut tentunya  memiliki dampak positif pada pertumbuhan pasar wisatawan Muslim.

Laporan terbaru dari Mastercard-Halal Trip Muslim Millenial Travel Report (MMTR2017) mengungkapkan pertumbuhan pasar wisatawan Muslim diprediksi mencapai nilai sebesar USD 100 milliar pada tahun 2025. Sementara, secara keseluruhan perjalanan Muslim diperkirakan akan mencapai USD 300 milliar di tahun 2026. Meningkatnya pengaruh teknologi merupakan salah satu faktor pertumbuhan pasar wisatawan Muslim.

“Pasar wisatawan Muslim mengalami perkembangan pesat yang dapat menguntungkan sektor pariwisata. Sebab, mereka mencari pengalaman dan destinasi yang lebih eksotis,” ungkap CEO CrescentRating & HalalTrip, Fazal Bahardeen.

Sementara itu, Vice Proesident, Core & Digital Products Indonesia, Malaysia, dan Brunei Division Mastercard, Aisha Islam dalam siaran persnya mengatakan, pasar Muslim milenial terus berkembang, tentu ini menjadi pendorong pertumbuhan industri perjalanan.

Setidaknya, dalam Penelitian tersebut mengungkapkan ada delapan segmen menarik tentang wisatawan Muslim milenial, diantaranya:

  1. Selain berwisata untuk liburan, wisatawan Muslim milenial melakukan perjalanan dengan tujuan untuk menikmati budaya dan warisan lokal sekitar 63 persen dan mengunjungi teman atau kerabat sekitar 43 persen.
  2. Mayoritas Muslim milenial gemar berwisata melakukan perjalanan sebanyak dua sampai lima kali per tahun sebanyak 46 persen dan rata-rata empat sampai enam hari per tahun sebesar 41 persen.
  3. Muslim milenial adalah wisatawan yang sangat memperhatikan biaya saat berwisata dengan uang sebesar USD101 hingga USD 500 untuk kompenen pengeluaran di setiap perjalanan (penerbangan, akomodasi, makanan, belanja, dan biaya tak terduga lainnya).
  4. Para Muslim milenial lebih merencanakan perjalanan sendiri ketimbang menggunakan jasa travel tur.
  5. Sebanyak 61 persen, mereka menghabiskan antara satu hingga enam bulan dalam merencanakan perjalanan. Mereka melakukan riset mendalam, meninjau berbagai sumber, baik secara tradisional dan platform online sebelum bepergian.
  6. 10 destinasi yang paling banyak dikunjungi Muslim milenial adalah Malaysia, Indonesia, Jepang, Thailand, Australia, Singapura, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan India.
  7. Biaya penerbangan dan akomodasi, keamanan, dan kekhawatiran terhadap terorisme, serta ketersediaan makanan halal adalah tiga faktor utama bagi para Muslim milenial dalam merencanakan perjalanannya.
  8. Para Muslim milenial juga lebih memilih makanan dengan harga terjangkau, khas lokal yang halal, dan makanan halal otentik.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Kemenkeu Siap Luncurkan Portal Lelang JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan siap meluncurkan domain portal lelang Indonesia "lela...
Jusuf Kalla: Hadapi Revolusi Industri 4.0, Tingkatkan Daya Saing JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberi arahan kepada pelaku industri ...
Pertamina Temukan Cadangan Gas Baru di Pantai Utara Jawa Barat KARAWANG, TAJUKTIMUR.COM - PT Pertamina Hulu Energi melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu En...
Pengusaha Pakistan ingin Perkuat Bisnis dengan Indonesia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pengusaha Pakistan ingin memperkuat hubungan bisnis dengan Indonesia dalam...
Kemenkeu Pastikan Kelola Utang dengan Hati-Hati JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam menyusun Anggaran Pendapa...
Kanal: Ekonomi & Bisnis