Loading...

Bagaimana Mengelola Keuangan Setelah Resign?

PERTANYAAN:

Saya baru saja resign (keluar dari perusahaan) dengan cara baik-baik. Alhamdulillah saya mendapat sejumlah uang penghargaan sebanyak beberapa bulan gaji pokok. Meski tidak terlalu besar, tapi Insa Allah dana itu cukup bagi saya. Permasalahannya karena saya belum pernah memegang uang begitu banyak, bahkan sampai puluhan juta dan saya belum pernah menganggur sejak tamat sekolah/kuliah. Namun dengan usia saya yang sudah memasuki kepala empat, saya juga khawatir jika sulit diterima kerja di perusahaan.

Nah, yang ingin saya tanyakan adalah :

Bagaimana mengelola uang pesangon atau penghargaan dari perusahaan setelah kita berhenti bekerja atas permintaan sendiri atau karena PHK? Karena meskipun uang yang diterima besarannya lumayan (beberapa kali gaji bulanan) tapi jika belum ada kepastian pekerjaan baru tentu menjadi hal yang membuat was-was. Kalaupun terpaksa ingin membuka usaha sendiri, bagaimana caranya bisa berjalan dengan modal yang tidak terlalu besar? Terima kasih.

Andini di Jakarta

 

JAWABAN:

Langkah pertama adalah Sisakan atau sisihkan dahulu untuk biaya hidup beberapa bulan kedepan dengan asumsi bahwa selama sekian bulan tersebut kita mendapat pekerjaan atau penghasilan yang baru misalnya tiga sampai dengan enam bulan diamankan supaya kita leluasa untuk mencari penghasilan baru selama masa tenggang waktu tersebut.

Setelah dikurangi dengan cadangan biaya hidup maka sisanya bisa digunakan untuk modal usaha kalau memang berniat terjun ke bidang usaha.

Saran saya, sih jangan cuma coba-coba sambil tunggu pekerjaan baru tapi memang harus betul-betul serius kalau memang mau terjun ke usaha. Yang betul-betul harus dicari adalah peluang usaha yang baik, dilakukan dengan serius supaya hasilnya juga bisa serius. Tapi kalau misalnya Anda memang berniat untuk mencari kerja, lebih baik fokus juga pada mencari kerja. Jangan setengah-setengah menjalankan bisnis, tapi cari kerja juga setengah-setengah usahanya. Alhasil Anda justru menjadi tidak fokus sehingga uang cadangannya keburu habis.

Banyak usaha yang bisa dilakukan dengan modal yang tidak terlalu besar, diantaranya adalah menjadi penjual dari produk orang lain. Cara seperti ini biasanya tidak membutuhkan modal terlalu terlalu besar dibandingkan dengan apabila kita membuat sendiri dari awal. Dari sisi produksinya misalnya, menjadi agen penjual untuk busana muslim atau lainnya itu akan lebih mudah jika kita ‘nempel’ menjadi agen untuk produk tertentu. Dan saat ini penjualan online juga tidak terlalu membutuhkan modal terlalu besar dibandingkan jika kita menyewa toko atau kios. (as)

 


Konsultasi keuangan keluarga diasuh oleh Ahmad Gozali, perencana keuangan dari zelts-consulting.com. Hadir Setiap Hari Senin (Minggu ke-4). Kirimkan pertanyaan Anda ke finansialku@tajuktimur.com atau WhatsApp Business. +62-81287386638

 


Berita Lainnya
Bagaimana Cara Mengelola Keuangan? PERTANYAAN: Bagaimana cara mengelola pendapatan baik bulanan (jika kita bekerja dibayar diawal bulan) maupun harian (jika kita meliliki usaha dengan pendapatan harian)? ...
Begini Cara Mengatur Keuangan di Bulan Puasa dan Lebaran Edisi kali ini bertepatan dengan moment puasa Ramadhan dan persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Berikut ini pertanyaan dari 3 (tiga) pembaca di kolom Konsultasi Fin...
Tips Mengelola THR Dengan Bijak JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Menyambut Hari Raya Idul Fitri, para karyawan biasanya mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan atau pemberi kerja. Banyak orang m...
Kanal: FINANSIALKU