Loading...

ASI Bunda Berkurang? Cek Penyebabnya dan Cara Mengatasinya Ini

TAJUKTIMUR.COM — Penurunan jumlah ASI bisa dilihat dari berkurangnya jumlah ASI yang keluar saat Anda memerah ASI untuk disimpan, bayi terlihat masih lapar saat disusui, atau berat badan bayi yang tak kunjung meningkat. Meski pada sebagian kasus, kondisi ini belum tentu disebabkan oleh penurunan produksi ASI, melainkan karena teknik menyusui yang kurang tepat.

Selain itu, penyebab ASI berkurang juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Terlalu lama menunda untuk mulai menyusui.
  • Alergi dan penggunaan obat-obatan tertentu.
  • Jarang menyusui setelah melahirkan.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes.
  • Memiliki riwayat operasi payudara.
  • Mengalami hipertensi saat hamil.
  • Bayi lahir secara prematur.
  • Perdarahan pasca persalinan.
  • Menjalani program KB.
  • Gangguan hormon.

Kurang asupan ASI pada bayi dapat membuat berat badan bayi sulit bertambah sesuai usia. Hal ini tentu akan memengaruhi tumbuh kembang bayi. Jika bayi diketahui tidak mengalami peningkatan berat badan selama beberapa waktu, sebaiknya konsultasi ke dokter.

Cara Meningkatkan Produksi ASI

Anda tidak perlu khawatir secara berlebihan jika ASI Anda berkurang. Sebab ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI, baik secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga medis. Cara-cara tersebut meliputi:

  • Perbanyak menyusui setelah persalinan, setidaknya setiap 2-3 jam atau antara 8-12 kali dalam sehari.
  • Perhatikan posisi Anda dan bayi ketika menyusui. Posisi yang salah akan membuat bayi kesulitan untuk menyusu.
  • Jangan menyusui dengan botol sampai 3 minggu pasca persalinan. Penggunaan botol saat menyusui bisa membuat produksi ASI Anda terganggu.
  • Agar produksi ASI tetap terjaga, usahakan untuk selalu memompa ASI dan menyimpannya di lemari es ketika sedang tidak menyusui.
  • Hindari konsumsi alkohol dan merokok setelah melahirkan, karena kedua hal itu akan menyebabkan produksi ASI Anda berkurang.
  • Konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan penanganan khusus berupa suplemen atau obat-obatan untuk membantu produksi ASI
Berita Lainnya
Peneliti: Perilaku Antisosial pada Anak Berhubungan dengan Pola Asuh Orangtua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kurang mendapat kehangatan orangtua dan lingkungan kerja orangtua yang terlalu keras memengaruhi bagaimana anak menjadi agresif dan apakah merek...
Aktor Rudi Wowor Meninggal Dunia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kabar duka datang Aktor, penari, dan juga koreografer Rudy Wowor yang meninggal dunia pada usia 74 tahun pada hari ini, Jumat (5/10). Kabar t...
Fira Basuki ajak Penulis Gali Kemampuan Lain JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Novelis Fira Basuki mengajak para penulis untuk menggali kemampuan lain sehingga untuk memenuhi kebutuhan finansialnya tidak hanya bersumber dar...
Liburan ke Pantai Bareng Anak? Siapkan 5 Hal Berikut Ini TAJUKTIMUR.COM -- Berlibur ke pantai menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, terutama bersama sekeluarga dan bersama anak-anak. Mereka pasti akan bergembira, main air...
Benarkah Tato Berbahaya Bagi Tubuh? Simak Infonya TAJUKTIMUR.COM -- Sebelum membuat tato di tangan maupun area lain, ada baiknya Anda mencari informasi kesehatan terkait tato sebanyak mungkin. Perlu diketahui, tato me...
Kanal: Gaya Hidup