Loading...

Benarkah Tato Berbahaya Bagi Tubuh? Simak Infonya

TAJUKTIMUR.COM — Sebelum membuat tato di tangan maupun area lain, ada baiknya Anda mencari informasi kesehatan terkait tato sebanyak mungkin.

Perlu diketahui, tato memiliki risiko infeksi kulit atau reaksi alergi yang membahayakan kesehatan bahkan nyawa Anda. Berikut adalah beberapa komplikasi dari tato yang mungkin terjadi:

  • Penyakit yang menular melalui darah dan masuk ke dalam tubuh melalui peralatan tato yang menggunakan jarum, seperti penyakit tetanus, HIV, hepatitis B dan hepatitis C. Penularan penyakit ini terutama melalui penggunaan jarum tato yang tidak steril.
  • Reaksi alergi terhadap tinta tato, khususnya yang berwarna merah, hijau, biru dan kuning. Reaksi yang mungkin Anda rasakan berupa ruam dan gatal di lokasi tato, bahkan bisa dirasakan selama bertahun-tahun setelah tato dibuat.
  • Infeksi kulit. Misalnya infeksi kuman Staphylococcus yang dapat menyebabkan selulitis, tuberkulosis kulit disebabkan oleh bakteri  Mycobacterium yang bisa menyebabkan kasus abses parah sehingga harus dioperasi.
  • Gangguan kulit lain, seperti benjolan atau granuloma di sekitar lokasi tato dan area kulit yang meninggi akibat pertumbuhan jaringan parut berlebih di lokasi tato atau keloid. Selain itu, tato juga dapat menimbulkan reaksi radang dan pembengkakan yang nyeri pada kulit yang ditato.
  • Komplikasi pada kulit yang ditato ketika Anda melalui proses pindai resonansi magnetik atau MRI. Pada beberapa kasus, meskipun jarang, pigmen yang terkandung pada tinta tato dapat mengganggu hasil gambar dari proses pemindaian

Jika setelah menjalani proses tato di kulit Anda mendapati gejala seperti demam, nyeri yang sangat hebat, bengkak, gatal, terdapat nanah, atau gejala infeksi kulit di lokasi tato, Anda disarankan segera berkonsultasi ke dokter atau spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Anda membuat tato di tangan, termasuk membuat tiruan alis mata atau garis mata dengan tinta permanen maka Anda berisiko juga terhadap penyakit yang mengikuti komplikasi di atas. Walau tidak umum, namun risiko ini bisa dan pernah terjadi.

Berita Lainnya
Peneliti: Perilaku Antisosial pada Anak Berhubungan dengan Pola Asuh Orangtua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kurang mendapat kehangatan orangtua dan lingkungan kerja orangtua yang terlalu keras memengaruhi bagaimana anak menjadi agresif dan apakah merek...
Aktor Rudi Wowor Meninggal Dunia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kabar duka datang Aktor, penari, dan juga koreografer Rudy Wowor yang meninggal dunia pada usia 74 tahun pada hari ini, Jumat (5/10). Kabar t...
Fira Basuki ajak Penulis Gali Kemampuan Lain JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Novelis Fira Basuki mengajak para penulis untuk menggali kemampuan lain sehingga untuk memenuhi kebutuhan finansialnya tidak hanya bersumber dar...
Liburan ke Pantai Bareng Anak? Siapkan 5 Hal Berikut Ini TAJUKTIMUR.COM -- Berlibur ke pantai menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, terutama bersama sekeluarga dan bersama anak-anak. Mereka pasti akan bergembira, main air...
Orang Indonesia Paling Lama Tujuh Menit tanpa Telepon JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah mengharapkan peran akademisi dan praktisi bidang komunikasi dalam membangun pola komunikasi yang baik dalam dunia maya, kata Direktur...
Kanal: Gaya Hidup