Loading...

Ibu Menyusui Baiknya Puasa atau Tidak?

TAJUKTIMUR.COM – Sebenarnya, ibu menyusui tidak diwajibkan berpuasa di bulan Ramadan dan dapat dikompensasi dalam bentuk fidyah atau berpuasa di waktu lain. Sebagian ibu berupaya untuk tetap berpuasa, namun sebagian lagi masih belum yakin akan menjalankannya karena khawatir berdampak pada ASI dan bayi.

Ibu menyusui sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir, karena tubuh akan segera menyesuaikan pembakaran kalori dengan kebiasaan puasa. Sehingga, meski asupan minuman dan makanan berkurang selama berpuasa saat Ramadan, umumnya tidak akan memengaruhi jumlah produksi ASI.

Memang nutrisi yang didapatkan ibu menyusui saat puasa akan berkurang, sehingga nutrisi mikro yakni vitamin dan mineral seperti magnesium, kalium, dan seng juga berkurang. Tetapi, hal itu tidak akan mengubah komposisi nutrisi makro (protein, karbohidrat, dan lemak) dalam ASI, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan bayi.

Jika produksi ASI dari makanan dan minuman yang dikonsumsi kurang, tubuh akan mengambil cadangan lemak dari tubuh Bunda. Selain itu, berpuasa saat menyusui umumnya juga tidak akan membahayakan Bunda. Menurut penelitian, keseimbangan kimia dalam tubuh dan fungsi tubuh antara ibu yang menyusui dan yang tidak, umumnya sama.

Perubahan komposisi ASI lebih disebabkan apa yang Bunda konsumsi dan kebutuhan bayi. Komposisi ASI akan berubah jika Bunda hanya mengonsumsi sedikit makanan. Tapi, perubahan komposisi ASI ini adalah hal yang normal kok, Bun. Sementara itu, volume ASI akan tetap sama.

Keputusan Bunda untuk menyusui atau tidak, dapat dipertimbangkan berdasarkan usia bayi. Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan yang hanya mengonsumsi ASI, tentu memiliki pola menyusu berbeda dibanding bayi 1 tahun yang sudah mendapat makanan pendamping ASI.

Bunda dapat tetap menyusui sambil berpuasa, tetapi dengan mengamati dan memastikan si Kecil tidak kekurangan cairan. Antara lain dengan melihat frekuensi buang air kecil dan besarnya. Setelah berusia lebih dari seminggu, bayi yang menyusu, buang air kecil setidaknya 6 kali sehari. Perhatikan juga jika bayi sering ingin menyusu tapi setelahnya tampak tidak puas dan ingin cepat menyusu lagi. Juga jika berat badannya tidak naik, atau bahkan turun.

Umumnya puasa tidak akan menyebabkan Bunda kekurangan cairan (dehidrasi) dan menurunkan volume ASI. Hal ini hanya dapat terjadi jika terjadi dehidrasi berat akibat tidak mengonsumsi cukup cairan saat berbuka dan sahur. Penting untuk mewaspadai kondisi dehidrasi pada ibu menyusui, yang dapat dikenali dari gejala seperti:

Mata, mulut, dan bibir terasa kering
Merasa sangat haus
Air kencing berwarna gelap
Sakit kepala
Lelah dan lemas.

Berita Lainnya
Brand Fashion Turki Curi Perhatian di Jakarta Modest Fashion Week JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Brand asal Turki, Zuhre, mencuri perhatian di Jakarta Modest Fashion Week (JMFW) yang diadakan pada akhir Juli lalu di Jakar...
Cobain Yuk Beberapa Bahan Alami untuk Hilangkan Ketombe TAJUKTIMUR.COM -- Ketombe memang mengganggu bagi banyak orang. Terutama perempuan yang sudah mencoba berbagai jenis shampo antiketombe tetapi biangnya...
Anak Bunda Takut Disuntik? Tenang Ada Tips dan Caranya JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar anak tidak takut jarum suntik. Yang penting, orang tua juga harus tenang. Ti...
comScore: Konsumen Indonesia Paling Banyak Akses Situs Wisata JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kebiasaan mengakses layanan perjalanan dan juga informasi wisata warga Asia dipastikan kian melonjak pada tahun ini. Peru...
Komplikasi Diabetes Melitus Bisa Serang Mata Hingga Ginjal TAJUKTIMUR.COM -- Komplikasi diabetes melitus akut bisa disebabkan oleh dua hal, yakni peningkatan dan penurunan kadar gula darah yang drastis. Kondis...
Kanal: Gaya Hidup Ramadhan