Loading...

Kelompok Suka Quran Luncurkan Buku ‘Secercah Cahaya di Langit Sukamiskin’

BANDUNG (TAJUKTIMUR.COM) – Sejumlah warga binaan pemasyarakatan Lapas Sukamiskin, Bandung, yang tergabung dalam kelompok Suka Quran meluncurkan buku berjudul ‘Secercah Cahaya di Langit Sukamiskin’ pada Rabu (3/10). Buku itu berisi kisah perjalanan religi para napi korupsi selama di dalam lapas.

Buku dengan 440 halaman itu merupakan gambaran saat mereka berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan.

Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar yang menjadi salah satu pembicara saat bedah buku mengatakan, dia merasakan kekuatan religi yang besar di lapas tersebut. Meski ia baru dua pekan mendekam di di lembaga pemasyarakatan tempat para koruptor menjalani masa hukumannya.

Dalam 2 minggu saya di sini, memang apa yang ditulis teman-teman di buku ini implementasinya saya merasakan betul, bahkan saya mengatakan kita hidup di sini seperti pergi ke tanah suci, beribadah terus,” kata Patrialis di Lapas Sukamiskin, Selasa (3/10).

“Saya dapat sambutan baik, orang-orangnya saya lihat yang muslim saleh, yang menjadi imam di sini fasih betul bacaan Al Quran nya, ayat-ayatnya. Kemudian setiap hari, dalam satu saung itu, satu pagi satu juz, kemudian sore-sore di tenda ini ada Tahfiz Al Quran ada tafsir Al Quran, luar biasa dan itu selalu penuh,” ungkapnya.

Ia mengaku selama dua minggu di Lapas Sukamiskin tak merasakan seperti di sebuah rumah pesakitan. Terlebih dengan hadirnya kegiatan agama yang seakan tak berhenti sepanjang hari.

Sementara itu, salah satu pembicara yang merupakan mantan Dewan Pengawas Antara, Mabruri mengaku takjub setelah membaca buku tersebut. Menurutnya, kurang tepat jika buku itu berjudul ‘Secercah Cahaya’.

“Kalau saya suruh pilih judul bukan sekedar cahaya, tapi mukjizat Al Quran turun di Sukamiskin. Karena pada dasarnya quran itu mukjikat,” kata dia.

“Jadi kalau saya lihat di luar atau di dalam menerima mukjizat, jawabannya adalah Sukamiskin yang paling banyak menerima mukjizat, yang paling banyak justru di dalam lapas,” tambahnya.

Dia berharap agar ketekunan para narapidana dalam mempelajari dan menghafal Al Quran terus meningkat. Mabruri berharap ke depan saat para napi bebas mendapat gelar Al Hafizh, atau penghafal Al Quran.

(and/ttcom)

Berita Lainnya
Prana Healing, Menyembuhkan dengan Energi JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Penyembuhan terhadap diri atau tubuh yang sakit hingga pikiran dan emosi y...
Dongeng Pengaruhi Perilaku Anak Ketika Dewasa JAKARTA, TAJUKTIMU.COM - Dongeng berkontribusi cukup besar dalam tumbuh kembang anak karena terdapat...
Cara Memutihkan Gigi dengan Kunyit JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memutihkan gigi bisa dilakukan dengan cara alami dan mudah dipraktekkan di...
Orang Tua Wajib Kontrol Penggunaan Gawai Anaknya JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menghindarkan anak dari gawai adalah hal yang mustahil. Namun orang tua di...
Anggun: Anak Muda Bangga Jadi Diri Sendiri JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Anggun C Sasmi menyampaikan agar anak muda bangga menjadi dirinya sendiri ...
Kanal: Gaya Hidup