Loading...

Komplikasi Diabetes Melitus Bisa Serang Mata Hingga Ginjal

TAJUKTIMUR.COM — Komplikasi diabetes melitus akut bisa disebabkan oleh dua hal, yakni peningkatan dan penurunan kadar gula darah yang drastis. Kondisi ini memerlukan penanganan medis segera, karena jika terlambat ditangani akan menyebabkan hilangnya kesadaran, kejang, hingga kematian.

Komplikasi akut diabetes adalah kondisi medis serius yang perlu mendapat penanganan dan pemantauan dokter di rumah sakit.

Komplikasi jangka panjang diabetes biasanya berkembang secara bertahap dan terjadi ketika diabetes tidak dikelola dengan baik. Tingginya kadar gula darah yang tidak terkontrol dari waktu ke waktu akan meningkatkan risiko komplikasi, yaitu kerusakan serius pada seluruh organ tubuh.

Beberapa komplikasi jangka panjang pada penyakit diabetes melitus yaitu:

Gangguan pada mata (retinopati diabetik)
Diabetes dapat merusak pembuluh darah di retina. Kondisi ini disebut retinopati diabetik, yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Pembuluh darah di mata yang rusak karena diabetes juga meningkatkan risiko gangguan penglihatan, seperti katarak dan glaukoma.

Deteksi dini dan pengobatan retinopati secepatnya dapat mencegah atau menunda kebutaan. Penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur.

Kerusakan ginjal (nefropati diabetik)
Komplikasi diabetes melitus yang menyebabkan gangguan pada ginjal, disebut nefropati diabetik. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal ginjal, bahkan bisa berujung kematian jika tidak ditangani dengan baik. Saat terjadi gagal ginjal, penderita harus melakukan cuci darah rutin ataupun transplantasi ginjal.

Diabetes dikatakan sebagai silent killer, karena kerap kali tidak menimbulkan gejala khas pada tahap awal. Namun pada tahap lanjut, penderita diabetes akan mengalami gejala seperti anemia, mudah lelah, pembengkakan pada kaki, dan gangguan elektrolit.

Diagnosis sejak dini, mengontrol glukosa darah dan tekanan darah, pemberian obat-obatan pada tahap awal kerusakan ginjal, dan membatasi asupan protein adalah cara yang bisa dilakukan untuk menghambat perkembangan diabetes yang mengarah ke gagal ginjal.

Kerusakan saraf (neuropati diabetik)
Tingginya kadar gula dalam darah dapat merusak pembuluh darah dan saraf di tubuh, terutama kaki. Kondisi yang biasa disebut neuropati diabetik ini terjadi ketika saraf mengalami kerusakan, baik secara langsung akibat tingginya gula darah, maupun karena penurunan aliran darah menuju saraf. Rusaknya saraf akan menyebabkan gangguan sensorik, yang gejalanya berupa kesemutan, mati rasa, atau nyeri.

Kerusakan saraf juga dapat memengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan gastroparesis. Gejalanya berupa mual, muntah, dan merasa cepat kenyang saat makan. Pada pria, komplikasi diabetes melitus dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi.

Komplikasi jenis ini bisa dicegah dan ditunda hanya jika diabetes terdeteksi sejak dini, sehingga kadar gula darah bisa dikendalikan dengan menerapkan pola makan dan pola hidup yang sehat, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Masalah kaki dan kulit
Komplikasi diabetes melitus yang juga umum terjadi adalah masalah pada kulit dan luka pada kaki yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan saraf, serta aliran darah ke kaki yang sangat terbatas. Gula darah yang tinggi mempermudah bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Terlebih adanya penurunan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri, sebagai akibat dari diabetes.

Jika tidak dirawat dengan baik, kaki penderita diabetes berisiko untuk mudah luka dan terinfeksi sehingga menimbulkan gangren dan ulkus diabetikum. Penanganan luka pada kaki penderita diabetes adalah dengan pemberian antibiotik, perawatan luka yang baik, hingga kemungkinan amputasi bila kerusakan jaringan sudah parah.

Penyakit kardiovaskular
Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di dalam tubuh. Ini dapat menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah di seluruh tubuh termasuk pada jantung. Komplikasi diabetes melitus yang menyerang jantung dan pembuluh darah meliputi penyakit jantung, stroke, serangan jantung, dan penyempitan arteri (aterosklerosis).

Mengontrol kadar gula darah dan faktor risiko lainnya dapat mencegah dan menunda komplikasi pada penyakit kardiovaskular.

Komplikasi diabetes melitus lainnya bisa berupa gangguan pendengaran, penyakit Alzheimer, depresi, dan masalah pada gigi dan mulut.

Berita Lainnya
Memakai Jam Tangan yang Benar di Kanan atau di Kiri? JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Banyak orang menggunakan jam tangan di pergelangan tangan kiri, tapi apakah pakai di kanan salah? Menurut Stephen Charles d...
Tebu Ternyata Cocok untuk Diet JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Bagi seseorang yang sedang menjalani program diet, konsumsi yang manis-manis tentu saja akan dikurangi agar berat badan tid...
Lima Kuliner Khas Ambon yang Wajib Coba, Mak Nyuss TAJUKTIMUR.COM -- Ambon memiliki ragam kuliner yang menarik. Kalau ke Ambon jangan sampai lupa untuk mencicipi beragam kuliner khas yang menggiurkan i...
ASI Bunda Berkurang? Cek Penyebabnya dan Cara Mengatasinya Ini TAJUKTIMUR.COM -- Penurunan jumlah ASI bisa dilihat dari berkurangnya jumlah ASI yang keluar saat Anda memerah ASI untuk disimpan, bayi terlihat masih...
Gara-Gara ‘Fish Pedicure’, Perempuan ini Kehilangan Semua Kuku Kakinya NEW YORK, TAJUKTIMUR.COM -- Seorang wanita berusia 20 tahunan asal New York kehilangan semua kuku kakinya setelah mendapatkan apa yang disebut fish pe...
Kanal: Gaya Hidup