Loading...

Kopi Ternyata Bisa Buat Diet! Cek Faktanya

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Ada beragam produk kopi untuk diet yang beredar di pasaran, salah satunya yang populer adalah ekstrak biji kopi hijau yang dipercaya berkhasiat untuk menurunkan berat badan. Sejumlah penelitian juga mendukung klaim tersebut. Namun sebelum mengonsumsinya, pahami lebih lanjut dan pertimbangkan dengan cermat antara manfaat dan efek samping mengonsumsi kopi untuk diet.

Terdapat sejumlah zat aktif pada kopi yang dapat memengaruhi metabolisme, antara lain Kafein, stimulan sistem saraf pusat.
Teobromin dan teofilin, zat yang berhubungan dengan kafein yang juga dapat memiliki efek stimulan.

Asam klorogenat, salah satu senyawa aktif biologis dalam kopi yang dapat membantu memperlambat proses penyerapan karbohidrat.
Senyawa yang paling dikenal luas dari ketiga zat di atas adalah kafein, karena ini merupakan senyawa paling kuat dan juga paling banyak dipelajari. Kafein diketahui membantu memindahkan lemak dari jaringan lemak tubuh, agar lemak bisa digunakan sebagai asam lemak oleh darah.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, kafein dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh dan meningkatkan pembakaran lemak. Dalam hal ini, kafein meningkatkan penggunaan energi, bahkan ketika Anda sedang beristirahat. Kafein juga merangsang terjadinya proses thermogenesis, cara tubuh menghasilkan panas dan energi dari mencerna makanan. Selain itu, kafein juga dapat menurunkan nafsu makan meski untuk waktu yang singkat.

Faktanya, belum ada bukti bahwa mengonsumsi kafein dapat membantu menurunkan berat badan dalam jangka panjang. Hal ini karena tubuh bisa mengalami toleransi terhadap efek kafein. Dan ketika tubuh menjadi toleran terhadap kafein, maka efeknya tidak akan sama seperti ketika awal pertama mengonsumsi kopi. Belum lagi jika kopi yang Anda seduh ditambah gula, krim, atau pemanis buatan yang justru akan meningkatkan kalori yang Anda konsumsi.

Efek kopi untuk diet sulit didapatkan pada orang yang sudah mengalami obesitas. Efek tersebut juga dipengaruhi oleh faktor usia. Semakin muda usia, semakin tidak berpengaruh kafein terhadap metabolisme pencernaannya.

Berita Lainnya
Fira Basuki ajak Penulis Gali Kemampuan Lain JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Novelis Fira Basuki mengajak para penulis untuk menggali kemampuan lain sehingga untuk memenuhi kebutuhan finansialnya tidak hanya bersumber dar...
Liburan ke Pantai Bareng Anak? Siapkan 5 Hal Berikut Ini TAJUKTIMUR.COM -- Berlibur ke pantai menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, terutama bersama sekeluarga dan bersama anak-anak. Mereka pasti akan bergembira, main air...
Benarkah Tato Berbahaya Bagi Tubuh? Simak Infonya TAJUKTIMUR.COM -- Sebelum membuat tato di tangan maupun area lain, ada baiknya Anda mencari informasi kesehatan terkait tato sebanyak mungkin. Perlu diketahui, tato me...
Orang Indonesia Paling Lama Tujuh Menit tanpa Telepon JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah mengharapkan peran akademisi dan praktisi bidang komunikasi dalam membangun pola komunikasi yang baik dalam dunia maya, kata Direktur...
Aktor Gaek Burt Reynolds Meninggal karena Serangan Jantung HOLYWOOD, TAJUKTIMUR.COM -- Aktor asal Amerika Serikat, Burt Reynolds meninggal dunia pada usia 82 tahun, Kamis (6/9) waktu setempat atau Jumat (7/9). Aktor yang terkenal...
Kanal: Gaya Hidup