Loading...

Nielsen Indonesia: Jelang Lebaran, Konsumen Tergiur Beli Mobil dan Smartphone

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM — Keinginan untuk tampil beda di Hari Raya dan adanya dana Tunjangan Hari Raya (THR) mendorong keinginan konsumen untuk membeli perangkat smartphone baru atau bahkan upgrade kendaraan.

Riset yang dilakukan Nielsen selama bulan Ramadan menemukan adanya peningkatan kepemilikan smartphone sebesar 7% dan juga rencana untuk membeli smartphone mengalami peningkatan 4 kali lipat.

“Selain itu, kepemilikan mobil meningkat 21% dan rencana untuk membeli mobil juga meningkat 3,5 kali lipat,” ungkap Executive Director Media Business Nielsen Indonesia Hellen Katherina

Sementara produk-produk seperti penyegar mulut, susu kental manis, teh celup, kopi instan, dan mie instan menjadi produk-produk yang muncul di setiap daftar belanja konsumen di bulan Ramadan. Data Nielsen Advertising Intellegence (Ad Intel) menunjukkan, perubahan pola konsumsi dan perilaku dari konsumen selama bulan Ramadan 2018 rupanya membuat para pengiklan dari kategori produk tertentu untuk menangkap peluang tersebut dengan meningkatkan aktivitas beriklannya di media.

Berdasarkan kategori produk yang aktivitasnya meningkat pesat pada jeda iklan (commercial break) selama minggu pertama Ramadan di antaranya adalah layanan online dengan belanja iklan sebesar Rp 223 miliar (meningkat 76% dibandingkan dengan periode sebelum Ramadan).

Kategori lain yang mengalami peningkatan adalah kategori jus dan sirup dengan total belanja iklan Rp 101 miliar, meningkat sangat tinggi sebesar 447%. Kategori minuman siap minum juga meningkat dengan total belanja iklan Rp 70 miliar, tumbuh 110%. Kategori material bangunan juga meningkat pesat dengan total belanja iklan Rp66 miliar dengan pertumbuhan mencapai 114%.

Untuk penempatan iklan dalam program (In-Program Ads), jumlah tayangan iklan dari kategori kopi dan teh meningkat sebesar 29%, kategori komunikasi meningkat sebesar 77%, tekstil dan garmen (didominasi oleh produk sarung) meningkat sebesar 294%. Kategori material bangunan juga mengalami peningkatan sebesar 294% dan kategori produk obat antasida mengalami peningkatan hingga 1.563%.

Jika melihat iklan radio di periode Ramadan 2017, belanja iklan yang terbesar datang dari industri layanan online sebesar Rp18,8 miliar (meningkat 46% dibandingkan periode sebelum Ramadan), kemudian disusul oleh produk kategori petroleum seperti oli dan bahan bakar kendaraan dengan peningkatan yang tinggi sebesar 240%.

“Kategori-kategori yang mengalami peningkatan tersebut biasanya adalah yang memang berhubungan dengan kebiasaan di bulan Ramadan atau Lebaran sebagai respons dari pengiklan untuk memanfaatkan peluang yang tercipta di market. Bahkan, beberapa kategori produk seperti sirup atau sarung hanya fokus beriklan menjelang bulan Ramadan hingga Lebaran sepanjang tahunnya,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Fira Basuki ajak Penulis Gali Kemampuan Lain JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Novelis Fira Basuki mengajak para penulis untuk menggali kemampuan lain sehingga untuk memenuhi kebutuhan finansialnya tidak...
Liburan ke Pantai Bareng Anak? Siapkan 5 Hal Berikut Ini TAJUKTIMUR.COM -- Berlibur ke pantai menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, terutama bersama sekeluarga dan bersama anak-anak. Mereka pasti akan ...
Benarkah Tato Berbahaya Bagi Tubuh? Simak Infonya TAJUKTIMUR.COM -- Sebelum membuat tato di tangan maupun area lain, ada baiknya Anda mencari informasi kesehatan terkait tato sebanyak mungkin. Perl...
Orang Indonesia Paling Lama Tujuh Menit tanpa Telepon JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah mengharapkan peran akademisi dan praktisi bidang komunikasi dalam membangun pola komunikasi yang baik dalam dunia...
Aktor Gaek Burt Reynolds Meninggal karena Serangan Jantung HOLYWOOD, TAJUKTIMUR.COM -- Aktor asal Amerika Serikat, Burt Reynolds meninggal dunia pada usia 82 tahun, Kamis (6/9) waktu setempat atau Jumat (7/9)....
Kanal: Gaya Hidup