Loading...

Orang Indonesia Paling Lama Tujuh Menit tanpa Telepon

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Pemerintah mengharapkan peran akademisi dan praktisi bidang komunikasi dalam membangun pola komunikasi yang baik dalam dunia maya, kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti.

Hal tersebut disampaikan pada pembukaan Konferensi Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Bidang Komunikasi (KNP2K) yang telah diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi, London School of Public Relations (LSPR) Jakarta baru-baru ini.

Niken yang hadir sebagai pembicara kunci pada konferensi tersebut menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik di dunia maya. Menurut dia, dalam satu menit penyebaran informasi dalam media sosial twitter sebanyak 3,3 juta dan ada 29 juta informasi disampaikan melalui aplikasi WhatsApp .

“Pertanyaannya, apakah jumlah distribusi informasi yang demikian besar sejalan dengan nilai informasi. Mengingat informasi yang membanjiri masyarakat adalah informasi negatif. Maka diharapkan peran akademisi dan praktisi bidang komunikasi untuk memberikan solusi dari permasalahan ini,” kata Niken.

Niken juga menyampaikan, bahwa pola komunikasi di dunia maya saat ini adalah “10 to 90” artinya 10 persen creator atau pembuat pesan dan 90 persen audience atau penerima pesan.

“Sepuluh orang aktif memberikan informasi dan 90 orang aktif membagikan dan mereproduksi informasi yang terkadang tidak selalu positif,” kata dia.

Dia juga menyampaikan fakta internet di Indonesia yang perlu dicermati bersama oleh para akademisi dan praktisi bidang komunikasi guna menyusun solusi yang tepat.

“Fakta internet ini menggambarkan bagaimana kondisi penggunaan internet di Indonesia, bahwa empat dari sepuluh orang aktif di media sosial bisa hidup tanpa telepon seluler paling lama tujuh menit,” jelas dia.

Niken menambahkan, bahwa masyarakat mengakses internet rata-rata 8 hingga 11 jam sehari, sementara minat baca masyarakat Indonesia berada pada peringkat ke 60 dari 61 negara dan tingkat membaca koran rata-rata hanya 12 hingga 15 menit sehari.

KNP2K yang digelar oleh LSPR Jakarta bertema “Sinergi Komunikasi Strategis untuk Edukasi Publik” merupakan konferensi nasional pertama yang mensinergikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Konferensi ini diharapkan membangun sinergi bagi terciptanya pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian serta memberikan pemahaman dalam kajian komunikasi, termasuk memberi solusi bagi masalah di bidang komunikasi, termasuk yang berkembang di sosial media.

Berita Lainnya
Liburan ke Pantai Bareng Anak? Siapkan 5 Hal Berikut Ini TAJUKTIMUR.COM -- Berlibur ke pantai menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, terutama bersama sekeluarga dan bersama anak-anak. Mereka pasti akan ...
Benarkah Tato Berbahaya Bagi Tubuh? Simak Infonya TAJUKTIMUR.COM -- Sebelum membuat tato di tangan maupun area lain, ada baiknya Anda mencari informasi kesehatan terkait tato sebanyak mungkin. Perl...
Aktor Gaek Burt Reynolds Meninggal karena Serangan Jantung HOLYWOOD, TAJUKTIMUR.COM -- Aktor asal Amerika Serikat, Burt Reynolds meninggal dunia pada usia 82 tahun, Kamis (6/9) waktu setempat atau Jumat (7/9)....
Wew, Seperempat Pengguna di AS Hapus Akun Facebook WASHINGTON, TAJUKTIMUR.COM -- Lebih dari seperempat (26 persen) pengguna Facebook di Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menghapus aplikasi ...
Inspiratif, Mahasiswa Difabel UGM Ciptakan Sepatu Antilumpuh YOGYAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Mahasiswa difabel dari Program Studi Komputer dan Sistem Informasi Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Muhammad Fahmi...
Kanal: Gaya Hidup