Loading...

Prana Healing, Menyembuhkan dengan Energi

JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM – Penyembuhan terhadap diri atau tubuh yang sakit hingga pikiran dan emosi yang terganggu tidak selamanya harus diatasi dengan obat-obatan yang diminum. Berbagai upaya bisa saja ditempuh oleh seseorang yang mengalami masalah kesehatan, salah satunya melalui prana (energi).  Pranic healing atau penyembuhan prana (energi) yang dilakukan oleh seorang penyembuh (pranic healer) di Indonesia sudah tidak lagi sulit ditemukan. Sebut saja di ibukota, Jakarta misalnya. Praktek penyembuhan dengan metode prana dapat dijumpai dikawasan Cikini-Jakarta Pusat atau sebuah pusat perbelanjaan, seperti di The Belleza Shopping Arcade, Jl. Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Penasaran dengan metode kesehatan prana, tajuktimur.com berusaha melakukan wawancara langsung dengan seorang pranic healer bernama Marisa (35) yang membuka praktek disalahsatu ruangan yang berada lantai 1 gedung tersebut.

“Prana itu energi alam yang kita ambil dari udara, matahari, bumi, air dan semua unsur alam”, jelas Marisa mengawali obrolan tentang prana di ruang kerjanya, The Belleza Shopping Arcade, Permata Hijau-Jakarta,Jumat siang (30/11/2018).

Menurutnya tidak semua energi alam dapat digunakan untuk penyembuhan, hanya energi-energi alam yang positiflah yang biasanya ia gunakan untuk penyembuhan pasien-pasien yang datang.

Penyembuhan dengan metode prana ini lebih bersifat universal, tidak mengacu pada agama tertentu, sehingga siapapun dapat mempelejarinya atau menggunakannya sebagai upaya untuk kesembuhan suatu penyakit.

Kebanyakan pasien yang datang umumnya mencoba untuk bisa sembuh dari penyakit yang diderita, mulai dari penyakit fisik yang parah, seperti kanker hingga urusan keharmonisan rumah tangga, bahkan fengshui untuk membuka usaha.

Marisa sendiri mengaku awalnya ia mempelajari prana adalah agar dapat menyembuhkan sang ibu yang saat itu menderita sakit berat yakni kanker usus besar dengan stadium yang sudah tinggi. Dari prana yang ia pelajari, kemudian diterapkan pada sang ibu untuk menyembuhan penyakit yang dideritanya, lambat laun upaya itu ternyata menunjukkan hasil. Stadium mulai menurun bahkan dinyatakan nyaris sembuh.

Dari situlah Marisa akhirnya semakin mantap memperdalam prana, bahkan tak segan-segan ia berguru dengan seorang master dari Filiphina. Hingga kemudian berani membuka praktek seorang diri untuk umum.

Metode prana sendiri menurutnya masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990-an. Konsep penyembuhan melalui prana berbeda dengan reiki yang sama-sama menggunakan energi alam. Pada reiki seorang healer (penyembuh) harus menyentuh pasien manakala melakukan proses pengobatan. Sementara prana tidak menyentuh pasien samasekali. Media bantu utama yang dipakai prana yakni berupa batu kuarsa (kristal) putih yang berfungsi untuk menstabilkan dan memperkuat energi.

Berbagai jenis batu-batuan lainnya juga bisa digunakan untuk menunjang kesembuhan pasien. Bebatuan tersebut secara berkala dibersihkan dari unsur energi negatif dengan menggunakan sebuah mangkuk tembaga (singing bowl) yang mampu mengeluarkan gelombang suara (frekwensi) kedalam alam bawah sadar. Batu-batu yang digunakan juga bisa dijadikan sebagai asesoris cantik seperti gelang dan kalung.

Berita Lainnya
Botol Minum Berpotensi Sebarkan Bakteri JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - sebuah penelitian terbaru dari Brazil menunjukkan botol minum memiliki jum...
Dongeng Pengaruhi Perilaku Anak Ketika Dewasa JAKARTA, TAJUKTIMU.COM - Dongeng berkontribusi cukup besar dalam tumbuh kembang anak karena terdapat...
Cara Memutihkan Gigi dengan Kunyit JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memutihkan gigi bisa dilakukan dengan cara alami dan mudah dipraktekkan di...
Orang Tua Wajib Kontrol Penggunaan Gawai Anaknya JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menghindarkan anak dari gawai adalah hal yang mustahil. Namun orang tua di...
Anggun: Anak Muda Bangga Jadi Diri Sendiri JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Anggun C Sasmi menyampaikan agar anak muda bangga menjadi dirinya sendiri ...
Kanal: Gaya Hidup