Loading...

Survei Mengungkap Kebangkitan Muslimah Muda Ada di Asia Tenggara

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) – Baru-baru ini lembaga survei dan konsultan pemasaran internasional terkemuka, J. Walter Thomson, mengungkapkan bahwa kebangkitan muslimah muda di Asia Tenggara menentukan wajah industri muslimah dunia.

Sebelumnya, pakar pemasaran dunia melihat bahwa pertumbuhan pasar konsumen muslim berkembang pesat hingga mencapai $ 1,9 triliun dengan target utama muslimah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA). Kini, pasar potensial tersebut beralih ke Asia Tenggara. Muslimah Asia Tenggara dinilai lebih melek teknologi, muda, dan moderat.

Di Indonesia nama seperti, Dian Pelangi, Yuna, dan  Diajeng Lestari dinilai sebagai penyatu. Bukan saja sebagai hijabers cantik, tapi dinilai sebagai tokoh muda dan berbakat, terkenal, dan pintar memanfaatkan teknologi digital.

Hasil survei yang dilakukan J. Walter Thomson juga menunjukkan, muslimah Asia Tenggara lebih kosmopolitan ketimbang generasi yang lebih tua. Sebaliknya mereka juga lebih religious. Dua kutub yang saling berseberangan ini, Islami dan global, merupakan perpaduan yang menarik dan menjadi kekuatan dalam pemasaran produk yang berhubungan dengan makanan, kecantikan, fashion, perbankan, teknologi hingga travel.

Survei yang dilakukan Divisi APAC dari Innovation Group melibatkan akademisi regional, media influencer, dan pebisnis. Termasuk pula di dalamnya studi kasus terhadap enam tokoh dan bisnis untuk mendapatkan gambaran muslimah milenial Asia Tenggara. Survei ini dipimpin oleh Chen May Yee, jurnalis paruh waktu yang selama ini bekerja di Malaysia, Singapura, dan  Amerika Serikat.

Survei melibatkan 500 muslimah Indonesia dan 500 muslimah Malaysia dengan menggunakan sistem SONAR™ yang merupakan perangkat riset konsumen prioritas milik J. Walter Thomson.

Dari hasil survey yang dilakukan terungkap, diantaranya:

  • Sekitar 71 persen responden merasa bahwa perempuan muda seharusnya memperoleh lebih banyak kebebasan dibandingkan yang didapat saat ini.
  • Empat dari lima responden menghabiskan sedikitnya empat jam untuk online, dan muslimah yang lebih muda menghabiskan lebih banyak waktu dari pada mereka yang lebih tua.
  • Produk halal menjadi pertimbangan utama saat berbelanja. Sekitar 9 dari 10 responden bahkan menganggap produk halal “sangat penting”.
  • Para responden memiliki setidaknya 10 jilbab. Sekitar 85 persen muslimah muda memiliki 10 atau lebih, sementara ada 77 persen muslimah yang berusia lebih tua yang memiliki lebih dari 10 jilbab.
  • Sekitar sepertiga muslimah mengatakan mereka rutin melakukan traveling setidaknya sekali dalam setahun. Sementara sepertiga lainnya mengaku belum pernah ke luar negeri.

Hasil survei yang diterbitkan State of the Global Islamic Economy, menurut J. Walter Thomson diharapkan dapat merumuskan wajah konsumen muda Asia Tenggara yang makin modern, melek teknologi, dan pintar memilih.

(and/ttcom)

 

 

 

Berita Lainnya
Dongeng Pengaruhi Perilaku Anak Ketika Dewasa JAKARTA, TAJUKTIMU.COM - Dongeng berkontribusi cukup besar dalam tumbuh kembang anak karena terdapat...
Cara Memutihkan Gigi dengan Kunyit JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memutihkan gigi bisa dilakukan dengan cara alami dan mudah dipraktekkan di...
Orang Tua Wajib Kontrol Penggunaan Gawai Anaknya JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menghindarkan anak dari gawai adalah hal yang mustahil. Namun orang tua di...
Anggun: Anak Muda Bangga Jadi Diri Sendiri JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Anggun C Sasmi menyampaikan agar anak muda bangga menjadi dirinya sendiri ...
Peneliti: Perilaku Antisosial pada Anak Berhubungan dengan Pola Asuh Orangtua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kurang mendapat kehangatan orangtua dan lingkungan kerja orangtua yang ter...
Kanal: Gaya Hidup