Loading...

Ternyata Kompres Ada Aturan Pakainya Lho Moms, Simak Yuk

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) — Kompres adalah salah satu cara menurunkan panas yang pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda sekeluarga. Namun melakukan kompres ternyata tidak semudah yang terlihat. Memilih jenis kompres untuk menangani demam atau pun kondisi lain, seperti cedera, tidak bisa sembarangan.

Kompres umumnya digunakan untuk meredakan peradangan atau bengkak, mengurangi rasa sakit akibat cedera pada otot atau sendi, serta meningkatkan aliran darah. Nah dikutip dari situs Alo Dokter, berikut pengenalan dan pemakaian jenis kompres

Mengenal Jenis-jenis Kompres

Secara garis besar, terdapat dua jenis kompres, yaitu kompres panas (hangat) dan kompres dingin. Kompres panas juga terbagi menjadi dua jenis kompres untuk keadaan yang berbeda, dengan aturan pakai yang berbeda pula. Begitu juga dengan kompres dingin.

Berikut adalah jenis-jenis kompres yang perlu Anda ketahui lebih lanjut.

Kompres panas

Kompres panas, atau yang lebih tepatnya disebut kompres hangat, bisa meningkatkan sirkulasi dan aliran darah pada area yang sakit, sehingga membantu meredakan rasa sakit yang ditimbulkan. Kompres ini juga mampu mengembalikan kelenturan otot dan jaringan tubuh yang mengalami cedera. Ada dua jenis kompres panas, yaitu:

Panas kering

Kompres jenis ini lebih mudah dilakukan. Contoh kompres panas kering yang biasa dilakukan yaitu bantal pemanas dan sauna.
Panas lembap

Kompres ini lebih efektif jika dibandingkan dengan kompres panas kering, yaitu dengan menggunakan handuk yang direndam bukan dengan air mendidih melainkan air hangat, atau dengan cara mandi air hangat.

Kompres panas bisa diberikan pada bagian tubuh tertentu saja atau di seluruh tubuh. Untuk aplikasi terapi panas di seluruh tubuh, Anda bisa mencoba sauna atau mandi air hangat. Jangan gunakan kompres panas pada luka yang terbuka dan area yang memar atau membengkak.
Penderita penyakit jantung dan pembuluh darah, darah tinggi, diabetes, dermatitis, trombosis vena dalam (DVT), dan multiple sklerosis harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum melakukan terapi kompres panas.

Kompres dingin

Kompres jenis ini dapat mengurangi aliran darah dan aktivitas saraf pada area yang mengalami gangguan, sehingga akan turut mengurangi pembengkakan, peradangan, dan rasa sakit yang timbul. Beberapa pilihan kompres dingin yang bisa dilakukan, antara lain:

Handuk dingin.
Kompres es atau gel beku.
Semprotan pendingin.
Pijat es.
Mandi air es.

Jangan berikan kompres dingin pada otot atau sendi yang kaku. Jangan pula gunakan kompres dingin jika Anda memiliki sirkulasi darah yang tidak baik, menderita diabetes, atau gangguan saraf sensorik yang tidak mampu merasakan sensasi tertentu.

Penderita gangguan sensorik mungkin tidak menyadari jika kerusakan jaringan atau cedera lain telah terjadi akibat ketidakmampuannya merasakan hawa dingin.

Terapi kompres dingin tidak disarankan untuk dilakukan pada penderita penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular tanpa sepengetahuan dokter.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
Dongeng Pengaruhi Perilaku Anak Ketika Dewasa JAKARTA, TAJUKTIMU.COM - Dongeng berkontribusi cukup besar dalam tumbuh kembang anak karena terdapat...
Cara Memutihkan Gigi dengan Kunyit JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Memutihkan gigi bisa dilakukan dengan cara alami dan mudah dipraktekkan di...
Orang Tua Wajib Kontrol Penggunaan Gawai Anaknya JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Menghindarkan anak dari gawai adalah hal yang mustahil. Namun orang tua di...
Anggun: Anak Muda Bangga Jadi Diri Sendiri JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Anggun C Sasmi menyampaikan agar anak muda bangga menjadi dirinya sendiri ...
Peneliti: Perilaku Antisosial pada Anak Berhubungan dengan Pola Asuh Orangtua JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Kurang mendapat kehangatan orangtua dan lingkungan kerja orangtua yang ter...
Kanal: Gaya Hidup