Loading...

Maluku Utara Intensif Kembangkan Pelabuhan Perikanan

TERNATE (TAJUKTIMUR.COM) – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) akan intensif memprioritaskan pengembangan pelabuhan perikanan di Wosia Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, sebagai upaya meningkatkan produksi perikanan tangkap.

“Pelabuhan perikanan di Wosia Tobelo menjadi prioritas untuk dikembabangkan dengan tujuan meningkatkan produksi perikanan tangkap,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, Buyung Radjiloen, Rabu (22/11).

Menurutnya, program yang akan dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi dengan mempercepat penyelesaian fasilitas pokok pelabuhan khusus untuk lokasi potensial dan pelabuhan perikanan Tobelo sebagai klaster I meliputi Morotai, dan Haltim.

“Kami meminta dukungan dari bupati setempat untuk sama-sama mendorong pengembangan pelabuhan perikanan Tobelo,” kata Buyung Radjiloen.

Buyung mengatakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Malut menargetkan pencapaian produksi perikanan tangkap dan untuk mencapai rencana produksi tersebut, pihaknya merumuskan pokok kegiatan diantaranya restrukturisasi armada penangkapan, pengembangan pelabuhan perikanan, revitalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pemutakhiran data statistik perikanan tangkap.

Selain itu, akan dilakukan restrukturisasi armada penangkapan ikan bertujuan meningkatkan armada penangkapan skala menengah dan besar sehingga kemampuan produksinya meningkat.

Sedangkan untuk program lainnya untuk meningkatkan produksi berupa pengembangan pelabuhan perikanan bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan kapal ke pelabuhan perikanan khususnya untuk lokasi-lokasi potensial.

“Jadi, nelayan Sulawesi Utara yang menangkap ikan di perairan Malut, harus membongkar hasil tangkapan di pelabuhan Malut, tidak lagi di bawah ke Sulut,” ujarnya.

Sehingga, revitaliasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) betujuan menigkatkan pelayanan sehingga dapat memberikan kenyamanan nelayan dan pengusaha perikanan dalam bertransaki di TPI.

“Kemudian pemutakhiran data ststistik tangkap untuk melaporkan data dan statistik perikanan tangkap sehingga data yang dilaporkan benar-benar valid,” katanya.

DKP sendiri tengah berupaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2017 untuk melebihi target yang ditentukan dari sektor Kelautan dan perikanan.

Mengingat besarnya potensi lestari sumberdaya ikan di Provinsi Malut, maka sektor kelautan dan perikanan merupakan andalan yang mempunyai kekuatan besar dan peluang untuk terus dikembangkan dan tahun 2017, sehingga target PAD dari sektor perikanan sebesar Rp20 miliar.

(ant/and)

Berita Lainnya
Budi Waseso: Bulog Siap Jual Beras Sachet Rp2.000-an JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Beras renceng atau sachet yang dijanjikan oleh Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Wase...
Sri Sultan: Warga Merapi yang Mengungsi akan Difasilitasi YOGYAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) mengatakan pemerintah daerah akan selalu memfasilitasi warga di sekitar...
ASDP Layani 2.100 Pemudik Gratis BUMN di 3 Lintasan Indonesia Timur TERNATE, TAJUKTIMUR.COM -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) siap melayani sekitar 2.100 peserta mudik bareng BUMN 2018 yang tersebar di tiga lintasan...
Pemkab Halmahera Selatan Raih WTP Keempat Kalinya LABUHA, TAJUKTIMUR.COM --Kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel) mampu mempertahankan penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecual...
Polisi Perika Hitler Nababan Terkait Meme Amien Rais – Habib Rizieq JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM -- Penyidik Satreskrim Polres Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, memeriksa anggota DPRD Karawang Hitler Nababan terkait me...
Kanal: Headline