Loading...

EUROPALIA: Karinding Attack dan Uwalmassa Menggoyang Rotterdam

ROTTERDAM (TAJUKTIMUR.COM) – Karinding Attack dan Uwalmassa, dua band dari Indonesia, disambut hangat hadirin yang memenuhi WORM Rotterdam, Belanda, Sabtu (18/11) silam. Penampilan mereka merupakan bagian dari Europalia, biennale terbesar Eropa yang diselenggarakan mulai 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018 di tujuh negara Eropa, yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Belgia, Austria, dan Polandia. Indonesia mendapat kehormatan menjadi negara fokus festival untuk edisi Europalia kali ini.

Penampilan dua kelompok musik dari Indonesia tersebut menampilkan kombinasi ciamik antara musik tradisional dan modern Indonesia.

Lebih jauh lagi, pertunjukan kali ini bertujuan untuk memberi panggung bagi suara-suara mentah non-mainstream dan (bisa dibilang) non-konvensional dari Indonesia.

Karinding Attack dan Uwalmassa, dua band dari Indonesia, Tampil di WORM Rotterdam, Belanda, Sabtu 18 November 2017 lalu. (foto; istimewa)

Berlokasi di pusat kota Rotterdam, WORM dikenal dengan programnya yang avantgarde – salah satunya program Pantropical yang edisi kali ini juga memberi sorotan pada musik Indonesia – merupakan tempat yang tepat untuk menggelar pertunjukan ini. Karena letaknya yang persis di pusat keramaian hiburan malam Rotterdam, tempat ini ramai dikunjungi orang yang mencari hiburan live music.

Seorang perempuan setengah baya dengan rambut sepenuhnya memutih, bernama Marianne, terlihat duduk santai menunggu pertunjukan dimulai. Seorang perempuan Belanda yang menarik perhatian karena mengenakan sandal di malam yang bersuhu enam derajat Celcius tersebut.

Ketika ditanya, dia menjelaskan pernah tinggal di Indonesia, walaupun tidak kenal dengan band yang tampil malam itu, dia datang untuk sekedar bernostalgia.

“Sangat menyenangkan bisa mengobrol dengan orang-orang yang juga kenal Indonesia dan semoga penampilan malam ini bisa menghibur,“ katanya.

Karinding Attack dan Uwalmassa, dua band dari Indonesia, disambut hangat hadirin yang memenuhi WORM Rotterdam, Belanda, Sabtu 18 November 2017 silam. (foto: istimewa)

 

Uwalmassa dan Musik Fusion Elektronik
Band beranggotakan anak-anak muda dari Jakarta ini memang menggunakan musik dan bebunyian tradisional sebagai titik tolak, dengan menggunakan pelbagai sample bunyi instrumen tradisional.

Titik sentralnya ada pada perkusi, yang juga dimainkan live dan direkam langsung saat pertunjukan. Dengan cara yang tidak biasa, kombinasi sejumlah unsur itu dibangun menjadi musik ekletik yang sangat ritmis. Mereka yang dekat dengan musik tradisional Jawa akan mengenali polanya.

“Kita kepingin melestarikan warisan musik Indonesia, dengan cara yang kita tahu. Sayang memang, musik semacam ini lebih banyak dihargai di luar negeri.” kata Harsya Waluyo dari Uwalmassa yang merasakan sebuah keberuntungan tampil di Europalia .

Ia mengaku, ini merupakan tur pertama mereka yang sebelumnya baru dua kali tampil di Jakarta.

“Kita hitungannya kan band baru. Tapi kita rajin kirim-kirim sample kerjaan juga ke promotorpromotor di luar negeri. Tahun lalu, didekati salah seorang promotor dari sini yang tertarik sama karya kita. Mereka yang mengusahakan ke panitia Europalia di Indonesia supaya kita ikutan tur kemari.” cerita Harsya.

Senada dengan rekannya, Randi mengatakan sangat senang sekali bisa ikutan festival ini.

“Kita dapat kesempatan manggung di venue yang memang benar-benar bergengsi, kayak di Berghain, Berlin itu.” kata Randi dari Uwalmassa menimpali.

Ketika ditanya apakah ada perbedaan antara penonton di negara yang satu dengan negara yang lain selama mengikuti festival di Eropa, Harsya menjelaskan, “Memang reaksi penonton bedabeda ya. Ada yang kalem banget, tidak bergerak, tidak bersuara karena mungkin terbiasa dengan cara nonton konser yang penuh konsentrasi begitu, tapi banyak juga yang tidak ragu-ragu langsung larut sama musik kita. Tergantung venue-nya dan tergantung promosi penyelenggara acaranya sih, kita bakal dapat penonton seperti apa. Kita harus pintarpintar membaca reaksi penonton. Anyways, kita juga selalu improvisasi kok bahkan pas manggung.”

Tapi sepertinya puncak pertunjukan malam itu adalah penampilan Karinding Attack yang membuat penonton larut dalam keriaan musik heavymetal. Dibentuk tahun 2000, band yang sebenarnya masih merupakan proyek ini, terdiri dari sembilan anggota. Kelompok yang juga dikenal dengan nama Karat ini mempromosikan budaya dan suara Sunda dengan memainkan lagu menggunakan instrumen bambu bikinan sendiri dan cara bermain karinding yang khas, memainkan lagu-lagu metal.

Semakin malam, ruangan konser di WORM yang cukup menampung sekitar 500 orang itu semakin ramai. Sebagian besar penonton tidak kenal sebelumnya dengan para penampil dari Indonesia.

“Saya datang karena Pantropical, tidak tahu menahu soal band yang akan tampil. Tapi ini keren banget, saya tidak sangka band Indonesia ada yang seperti itu. Kamu dari Indonesia, banyak yang seperti ini di sana? ” kata Matjaz, fotografer muda asal Slovenia balik bertanya.

Diwawancara sebelum manggung, pentolan band Karinding Attack yang dikenal dengan nama Man Jasad mengatakan tidak ada misi tertentu yang dibawa dalam tur Eropa kali ini.

“Ya memang mau memperkenalkan kekayaan musik Indonesia, tapi misi utamanya dari dulu sampai sekarang tidak berubah, yaitu menyenangkan orang, menyenangkan penonton. Kalo band lain heavymetal, kita ini happymetal, “ katanya.

Bagaimana tanggapan penonton sejauh ini? “Kita waktu di Berlin diminta balik ke panggung tiga kali! Satu dua kali udah biasa, ini tiga kali, wah rekor ini, diminta kasih encore tiga kali pertama kali, di Eropa pula,” kata Kimung, anggota lainnya.

Sebelum tampil di Rotterdam, baik Uwalmassa maupun Karinding Attack sudah tampil di Berlin, Gent, dan Brussels, bersama dengan artis-artis lainnya seperti Tarawangsawelas and Rabih Beaini, Otto Sidharta juga dalam rangka festival Europalia.

(dwisan/ttcom)

Berita Lainnya
Inilah Daftar Pemenang Piala Citra FFI 2018 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Malam anugerah Piala Citra, Festival Film Indonesia (FFI) 2018 telah digel...
Inilah Daftar Nomine Golden Globes 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ajang Golden Globes 2019 akan dilaksanakan pada 6 Januari 2019 di The Beve...
Musisi Dunia Ramaikan Konser Penghormatan Nelson Mandela JOHANNESBURG, TAJUKTIMUR.COM - Ribuan orang memadati stadion FNB Johannesburg, Afrika Selatan pada h...
Ed Sheeran Konser di Indonesia Mei 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah sempat batal, Ed Sheeran akhirnya memastikan konsernya di Indonesi...
Sutradara Nicolas Roeg Meninggal Dunia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sutradara film-film populer era 70-an Nicolas Roeg meninggal dunia dalam u...
Kanal: Hiburan