Loading...

Nasyid, Musik Religi yang (Masih) Berjuang untuk Diakui

JAKARTA (TAJUKTIMUR.COM) — Senandung musik Islami seperti nasyid sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Namun, musik yang identik dengan pengingatan akan nilai-nilai agama Islam ini ternyata masih berjuang untuk diakui dibanding hanya sekadar hiburan jelang momen Ramadan.

Hendra Mapla, ketua Asosiasi Nasyid Nusantara saat berbincang dengan CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu mengatakan bahwa meski masyarakat Indonesia yang didominasi Muslim mengenal nasyid, namun nasib musik ini sendiri belum sepopuler musik ‘Barat’ seperti pop.

“Tantangan yang ada sampai saat ini untuk musik nasyid adalah bagaimana menyejajarkan nasyid dengan musik yang lain, stigma eksklusif masih ada, tapi ya memang ini pilihan kami untuk mendedikasikan diri ke nasyid,” kata Handra.

Hendra menuturkan, menjadi munsyid atau pelantun nasyid di Indonesia bukan tanpa hambatan. Menyanyikan lagu bernuansa religi dengan niat mensyiarkan nilai agama ternyata dianggap sebagai sebuah hal yang eksklusif di mata sebagian orang.

Berkembang Bersama Malaysia

Kalau soal saling mewarnai antara Indonesia dan Malaysia sebenarnya dalam aliran musik slow-rock juga sudah terjadi. Lagu mendayu ala melayu juga sudah lama berkembang pesat di Indonesia dan Malaysia.

Menurut Hendra, nasyid di Indonesia muncul bersamaan dengan perkembangan hiburan Islami tersebut dari Malaysia sekitar dekade ’80-’90-an. Kala itu, di Malaysia tengah populer kelompok nasyid The Zikr dan NadaMurni yang berafiliasi dengan gerakan Islam Al-Arqam di Negeri Jiran.

Namun, Pemerintah Malaysia memutuskan membubarkan Al-Arqam pada 1994 dan berimbas pada berakhirnya era The Zikr dan NadaMurni. Meski sudah bubar, semangat nasyid yang mengumandangkan nilai Islam untuk ‘melawan’ musik Barat seperti pop tersebut masih berkobar dan kemudian membentuk grup nasyid Raihan.

Sedangkan di Indonesia, nasyid disebut Hendra dipelopori oleh para aktivis lembaga keagamaan atau dakwah di kampus-kampus pada era 80-an. Kala itu, nasyid populer di kalangan aktivis dakwah kampus seiring dengan semangat pembelaan terhadap Palestina.

“Nasyid sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti senandung. Biasanya, dalam perjalanan, para musafir bersenandung seiring derap langkah unta,” kata Hendra. “Dahulu, yang berkembang justru nasyid untuk penyemangat jihad di Palestina,”

Nasyid kemudian berkembang lebih luas lagi. Hendra menyebut nasyid terbagi menjadi beberapa jenis. Pertama, adalah nasyid berbentuk mars yang berisi semangat berjihad dan bertema Palestina. Beberapa grup nasyid kelompok ini adalah Izzatul Islam dan Shoutul Harokah.

Kedua, adalah nasyid dengan bentuk perkusi lengkap dengan pakaian baju koko dan peci yang terkenal di Malaysia seperti yang dikenal melalui Raihan. Terakhir, adalah akapela yang dipopulerkan oleh kelompok Snada di Indonesia.

Nasyid sendiri diakui Hendra memiliki kontroversi, mengingat ada perbedaan pendapat oleh para ulama Islam terhadap musik. Namun, Hendra dan para munsyid lain mengambil pendapat yang kemudian diterapkan hingga saat ini.

“Kalau ditanya pakemnya bagaimana, agak susah karena nasyid kini sangat berkembang. Namun dari dahulu hingga sekarang, nasyid itu lagunya mesti baik, artinya dinyanyikan sesuai kaidah Islam: tidak ada khalwat (campur baur laki-laki dan perempuan yang tidak sah secara agama, red), kata-kata kasar, dan minuman keras,” kata Hendra.

(CNNInd/Bri)

 

 

Berita Lainnya
Inilah Daftar Pemenang Piala Citra FFI 2018 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Malam anugerah Piala Citra, Festival Film Indonesia (FFI) 2018 telah digel...
Inilah Daftar Nomine Golden Globes 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Ajang Golden Globes 2019 akan dilaksanakan pada 6 Januari 2019 di The Beve...
Musisi Dunia Ramaikan Konser Penghormatan Nelson Mandela JOHANNESBURG, TAJUKTIMUR.COM - Ribuan orang memadati stadion FNB Johannesburg, Afrika Selatan pada h...
Ed Sheeran Konser di Indonesia Mei 2019 JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Setelah sempat batal, Ed Sheeran akhirnya memastikan konsernya di Indonesi...
Sutradara Nicolas Roeg Meninggal Dunia JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Sutradara film-film populer era 70-an Nicolas Roeg meninggal dunia dalam u...
Kanal: Hiburan