Loading...

Dompet Dhuafa Luncurkan Program ‘Gerli’ untuk Sejahterakan Lansia

BOGOR, TAJUKTIMUR.COM — Peringatan hari kartini dengan mengangkat isu pemberdayaan lansia atau masyarakat berusia 65 tahun ke atas ternyata menjadi persoalan social yang banyak terlupakan. Di tengah kondisi geografis penduduk Indonesia akan mendapat bonus Demografis usia produktif , ternyata dalam waktu yang sama pula generasi lansia di Indonesia juga akan membludak pada tahun 2035.

Dari data departemen ekonomi dan permasalahan sosial PBB jumlah lansia di Indonesia pada 2016  sudah mencapai angka 23 juta jiwa dan akan menjadi 2 kali lipat pada 2035.  Dari 100 lansia itupun 28 di antaranya dalam kondisi sakit dan harus di tanggung oleh 100 orang penduduk produktif.

Kondisi itulah yang mendorong dr. Astrina Yulda , menggerakan Lansia Centre menggabungkan berbagai elemen organisasi lansia dan panti jompo serta panti werda untuk bersama membantu lansia di daerah pelosok di Indonesia melalui program nyata.

“Selama ini lansia selalu di anggap tidak produktif , padahal tidak sedikit lansia yang masih menjadi tulang punggung keluarga, tapi di sisi lain banyak kemalangan yang di alami para lansia , peringatan hari kartini harus menjadi momentum untuk lansia produktif memberdayakan dari segi kesehatan, kreatifitas dan ekonomi,” Jelas dr. Astrina Yulda, Selasa (24/4/2018)

Melalui peluncuran Gerakan Relawan Lansia Indonesia (Gerli) akan menjadi sebuah dorongan bagi seluruh elemen termasuk pemerintah memaksimalkan peran Lansia khususnya perempuan agar tidak di anggap menjadi beban bagi keluarga.  Presiden Direktur Dompet Dhuafa Philantrophy Imam Rulyawan menjelaskan beberapa program yang akan di gerakan adalah pemberdayaan keterampilan , seni dan juga pelayanan kesehatan bagi lansia khususnya yang kurang mampu.

“Kita memerangi penyakit 4 B pada lansia yakni Budeg, Beser, Buram dan Bengong dan ada terapinya agar penyakit tersebut tidak cepat tumbuh dan program inilah yang nanti akan di gerakan mulai dari rumah sakit, tenaga medis dan relawan Lansia lainnya sehingga Indonesia menjadi negara yang ramah Lansia “, Tambah Imam Rulyawan.

Peningkatan produktifitas Lasia menjadi Indikator keberhasilan pembangunan , Gerakan yang di gagas oleh ketua Dewan penasehat Dompet Duafa Parni Hadi itupun bersifat independent, terbuka Huntuk semua golongan agama , Suku dan Profesi.  Program nyata kegiatan itupun akan di mulai dari cabang organisasi yang di miliki Dompet Duafa di Kota Kota Besar Indonesia.

Berita Lainnya
UI Masuk di 300 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia DEPOK, TAJUKTIMUR.COM -- Universitas Indonesia (UI) berhasil masuk dalam 300 besar perguruan tinggi ...
Aksi Pasar Murah Mahasiswa, Solusi Untuk Negeri JAKARTA (TAJUKTIMUR.CIM) - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia Wilayah Jabodet...
Badan Usaha Kwarda Lampung Selenggarakan Investor Gathering BANDAR LAMPUNG (TAJUKTIMUR.COM) - Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung melalui Badan Usah...
Indonesia Rider Quest 2018: Eksplorasi Kekayaan Indonesia Timur MATARAM, TAJUKTIMUR.COM -- Menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Padang Bai Bali menuju Pelabuhan L...
LDK IAIN Ambon Gelar Musker Ke-X AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Izzah IAIN Ambon menggelar Pelantikan dan Mus...
Kanal: Info Anda