Loading...

MANTAN PRESMA IAIN AMBON IMBAU MAHASISWA TAAT ATURAN

AMBON(TAJUKTIMUR.COM)- Pro kontra tentang pemberlakuan aturan kampus yang mewajibkan bagi mahasiswa untuk bisa mengaji dan memperoleh sertifikat Qur’an pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon baru-baru ini didemo oleh sebagian mahasiswanya. pasalnya menurut mereka, aturan ini tidak bisa menjadi dasar bagi syarat kelulusan.
Menanggapi hal tersebut, Mantan Presma IAIN Ambon, Malik Raudhi Tuasamu mengatakan bahwa aturan itu sudah lama sejak tahun 2011. Pada sewaktu masa kuliah, aturan tersebut telah disosialisasikan kepada mahasiswa. Aturan itu sebagai syarat untuk ujian akhir skripsi.Waktu itu semua mahasiswa yang sebelum ujian akan dicek sertifikat Qur’annya. Termasuk saya.
Ungkapnya,” sekarang aturan itu sudah lebih bagus, dengan adanya Ma’had, proses bimbingannya lebih mudah. Karena semua tenaga-tenaga pengajarnya telah bersedia mengajar dan membimbing mahasiswa untuk hal itu. Namun, realitanya ada saja yang ingin hasil instan. Tanpa ingin melewati proses.
Baginya sebagai Alumni, kebijakan ini adalah sebagai ide perubahan bagi kampus itu. Itu juga akan memperkuat output lembaga ke masyarakat. Misalnya ketika mahasiswa terjun ke masyarakat untuk mengabdi, program tulis baca Qur’an menjadi standar bagi mahasiswa dengan masyarakat. Jadi, bukan saja pengajaran umum.
Menurut Mahasiswa Pasca Sarjan Unpatti Ambon ini pula, hematnya,” mahasiswa harus menuntut perbaikan akademik yang selama ini belum disuarakan, padahal massif terjadi. Misalnya, masalah dosen yang malas memberikan kuliah, pelayan kampus kepada mahasiswa, atau hak dan kewajiban mahasiswa lainnya.
Sebab, baginya,” aturan itu soal atribut kita sebagai mahasiswa IAIN Ambon, yang diharapkan bisa melakukan itu. Apa jadinya, lulusan IAIN, tapi belum bisa baca tulis Qur’an dengan baik. Maka kebijakan itu merupakan kebijakan dasar yang perlu dipegang bersama dalam penguatan kapasitas besik keislaman kita sebagai mahasiswa IAIN Ambon.
Dia juga mengusulkan agar kedua belah pihak yakni pihak kampus dan para pendemo bisa menahan diri dan mencari solusi bersama. Kemajuan kualitas IAIN Ambon yang perlu dikembangkan bukan perseteruan yang menimbulkan kelambatan dalam berproses. Apalagi IAIN Ambon sebentar lagi mau beralih ke UIN. Jadi, mari kita dukung setiap kebijakan yang pro terhadap perubahan.

Berita Lainnya
UI Masuk di 300 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia DEPOK, TAJUKTIMUR.COM -- Universitas Indonesia (UI) berhasil masuk dalam 300 besar perguruan tinggi ...
Aksi Pasar Murah Mahasiswa, Solusi Untuk Negeri JAKARTA (TAJUKTIMUR.CIM) - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia Wilayah Jabodet...
Badan Usaha Kwarda Lampung Selenggarakan Investor Gathering BANDAR LAMPUNG (TAJUKTIMUR.COM) - Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung melalui Badan Usah...
Indonesia Rider Quest 2018: Eksplorasi Kekayaan Indonesia Timur MATARAM, TAJUKTIMUR.COM -- Menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Padang Bai Bali menuju Pelabuhan L...
LDK IAIN Ambon Gelar Musker Ke-X AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Izzah IAIN Ambon menggelar Pelantikan dan Mus...
Kanal: Info Anda