Loading...

Rapat Senat Luar Biasa Unpatti Ambon Kukuhkan Dua Guru Besar 

AMBON (TAJUKTIMUR. COM) – Rapat senat terbuka luar biasa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dilaksanakan hari ini (22/8) di Aula Rektorat Unpatti dalam rangka mengukuhkan guru besar. Rapat ini dipimpin langsung oleh Rektor Unpatti, Prof. Dr. M. J. Sapteno, SH., M. Hum. selaku ketua senat.

Prof. Dr. Stellamaris Metekohy, S. E., M. Si dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Prof. Dr. Izaak Hendrik Wenno, S. Pd., M. Pd. sebagai guru besar bidang Ilmu Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Rapat yang berlangsung dari pukul 10.00 WIT dimulai dengan membacakan biografi dan riwayat penelitian dari masing-masing guru besar yang dibacakan oleh pimpinan fakultas masing-masing.

Perlu diketahui, pengukuhan guru besar ini merupakan agenda yang keempat kalinya bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara untuk Fakuktas Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan kegiatan yang ke-19.

Rektor Unpatti, Prof. Dr. M. J. Sapteno, SH. M. Hum., saat ditemui reporter tajuktimur.com mengatakan bahwa kami wajib berbangga. Karena hari ini Unpatti berhasil menelurkan dua guru besar lagi. Kita patut bersyukur karena Unpatti bertambah lagi guru besar dari 47 menjadi 49.

Dalam pidato akademik Metekohy, beliau menyampaikan bahwa Ekonomi sangat penting bagi kemajuan pembangunan bangsa. Perekonomian sekarang sudah global. Tentunya butuh kekompakan masyarakat dan pemerintah.

“Ekonomi indonesia pernah mengalami krisis di tahun 1998. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan ekonomi Indonesia mengalami naik-turun hingga kini. Guna itu perekonomian Indonesia harus bisa bersaing di pasar global,” tuturnya.

Sementara dalam Orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Izaak Hendrik Wenno, M. Pd, mengangkat tema “Kontribusi penelitian dan evaluasi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains Fisika di Provinsi Maluku”.

Alumnus Doktoral Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (Konsentrasi Metodologi Penelitian) dari Universitas Negeri Yogyakarta ini mengatakan, penelitian sangat diperlukan dalam rangka menggali inovasi baru dari fenomena yang ada.

“Evaluasi diperlukan guna mengetahui sejauh mana hasil yang telah diterapkan. Sejauh ini, kualitas pendidikan belum berjalan secara baik. Khususnya Maluku masih jauh dari harapan. Maka, lanjutnya, diperlukan strategi penelitian dan evaluasi yang komprehensif. Yakni keterlibatan intensifikasi penelitian yang humanis dan metode pendekatan lokal”.

(nas/ttcom)

Berita Lainnya
UI Masuk di 300 Perguruan Tinggi Terbaik Dunia DEPOK, TAJUKTIMUR.COM -- Universitas Indonesia (UI) berhasil masuk dalam 300 besar perguruan tinggi ...
Aksi Pasar Murah Mahasiswa, Solusi Untuk Negeri JAKARTA (TAJUKTIMUR.CIM) - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia Wilayah Jabodet...
Badan Usaha Kwarda Lampung Selenggarakan Investor Gathering BANDAR LAMPUNG (TAJUKTIMUR.COM) - Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Lampung melalui Badan Usah...
Indonesia Rider Quest 2018: Eksplorasi Kekayaan Indonesia Timur MATARAM, TAJUKTIMUR.COM -- Menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Padang Bai Bali menuju Pelabuhan L...
LDK IAIN Ambon Gelar Musker Ke-X AMBON, TAJUKTIMUR.COM — Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Izzah IAIN Ambon menggelar Pelantikan dan Mus...
Kanal: Info Anda