Loading...

7 Juta Rakyat Yaman Dilanda Kelaparan

YAMAN (TAJUKTIMUR.COM) – Pejabat Perserikatan Bangsa Bangsa telah memperingatkan bahwa konflik di negara terpuruk di dunia Arab semakin meningkat setiap hari, dengan berkembangnya kelompok bersenjata, ribuan orang menghadapi epidemi kolera, dan tujuh juta “di titik puncak kelaparan”.

Berbicara di depan Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu (12/7/2017), Ismail Ould Cheikh Ahmed, utusan khusus PBB bagi Yaman, meminta semua pihak “bertindak demi perdamaian,” dan mengatakan “alasan apapun tidak dapat diterima … terutama saat solusi sedang dipertimbangkan.”

“Kesempatan untuk mencapai perdamaian belum hilang,” katanya, mendesak para pemimpin politik untuk mengakui bahwa “melanjutkan perang hanya akan menyebabkan kerugian manusia dan fisik”, lansir Aljazeera.

Dalam pertemuan yang sama, kepala kemanusiaan PBB Stephen O’Brien mengatakan bahwa pihak-pihak yang bertikai dan pendukung luar mereka seharusnya merasa “bersalah secara mendalam” karena melakukan sebuah konflik yang memburuk yang telah menyebabkan jutaan warga sipil Yaman “menderita rasa sakit dan penderitaan yang tak terduga”, termasuk tujuh juta orang sekarang “di titik puncak kelaparan.”

Dia mendesak Dewan Keamanan untuk “bersandar jauh lebih keras dan efektif pada para pihak, dan pihak luar Yaman yang memimpin kebijakan dan tindakan ini.”

O’Brien mengatakan kasus yang dicurigai kolera telah dilaporkan di hampir semua distrik di negara tersebut dan sedikitnya 1.740 orang telah meninggal dunia.

Dana kemanusiaan senilai $ 2.1 milyar untuk Yaman hanya mendanai 33 persen, dan biaya menghadapi epidemi kolera membutuhkan tambahan $ 250 juta, dimana hanya $ 47 juta yang telah diterima, katanya.

“Penyakit kolera ini sepenuhnya terjadi karena pihak-pihak yang bertikai dan pihak-pihak yang berada di luar perbatasan Yaman yang memimpin, memasok, berperang dan melanggengkan ketakutan dan pertempuran,” kata O’Brien.

Pada hari Selasa, Komite Internasional Palang Merah melaporkan bahwa penyakit yang didentifikasi kolera sekarang melampaui 300.000 orang.

(aljazeera/and)

Berita Lainnya
Australia Akui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel SYDNEY, TAJUKTIMUR.COM - Australia secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel. Ke...
Tiga Orang Tewas, Ribuan Rumah Tanpa Listrik Akibat Badai Salju AS Tenggara ATLANTA, TAJUKTIMUR.COM - Sedikit-dikitnya tiga orang tewas dan ribuan rumah kehilangan listrik di C...
135 Orang Cedera dalam Unjuk Rasa Rompi Kuning di Perancis PARIS, TAJUKTIMUR.COM - Dilaporkan, sebanyak 118 orang dan 17 petugas polisi terluka dalam unjuk ras...
Gubernur Palestina Dibebaskan Bersyarat oleh Israel RAMALLAH, TAJUKTIMUR.COM - Pengadilan Israel memerintahkan pembebasan bersyarat bagi Gubernur Pales...
Tokoh Muslim Boikot Pertemuan dengan PM Australia MELBOURNE, TAJUKTIMUR.COM - Perdana Menteri Australia, Scott Morrison telah menuduh sejumlah tokoh-t...
Kanal: Internasional