Loading...

Amandemen Baru, Presiden China Bisa Seumur Hidup

BEIJING, (TAJUKTIMUR.COM) — Lembaga legislatif China (NPC) akhirnya menyetujui amandemen undang-undang dasar yang memungkinkan presiden dan wakil presiden bisa menjabat lebih dari dua periode.

Hampir semua legislator yang menggelar sidang tahunan di Beijing itu menyepakati revisi UUD dengan mengacu pada usulan Partai Komunis China (PKC) dan rakyat setempat.

Dengan disetujuinya amandemen UUD itu, maka aturan mengenai batasan masa jabatan presiden dan wakil presiden selama dua periode berturut-turut dihapus.

Hal itu memungkinkan Xi Jinping untuk menjabat Presiden China seumur hidup setelah jabatan periode keduanya berakhir pada 2023, tulis South China Morning Post.

Disetujuinya amandemen UUD itu merupakan sejarah penting dalam menjamin kesejahteraan dan keberlangsungan keamanan, baik partai politik maupun negara, demikian media resmi China mengomentari keputusan bulat anggota legislatif yang membahas amandemen UUD itu sejak Senin (5/3).

Amandemen tersebut merupakan yang pertama kali dalam 14 tahun terakhir. Pemerintah Republik Rakyat China pertama kali mengesahkan UUD pada 1954. Kemudian UUD yang disahkan pada 1982 telah empat kali diamandemen, yakni pada 1988, 1993, 1999, dan 2004.

Amandemen 1988 hingga 1999 berisi tentang reformasi hak guna lahan, status hukum perusahaan swasta, teori pembangunan sosialisme berkarakter China, pencantuman kembali frasa “rancangan ekonomi” sesuai dengan “ekonomi pasar sosialisme”, dan penyatuan teori Deng Xiaoping.

UUD versi amandemen 2018 juga mencantumkan pemikiran Presiden Xi Jinping tentang pembangunan sosialisme sesuai dengan karakter rakyat China pada era baru.

“Amandemen ini telah menjadikan UUD sesuai perkembangan zaman melalui pencapaian, pengalaman, dan pesyaratan baru bagi PKC dan pembangunan nasional bercorak sosialisme China yang telah memasuki era baru,” kata Wakil Rektor China University of Political Science and Law, Li Suzhong, sebagaimana dikutip Kantor Berita Xinhua.

Keputusan NPC menyetujui amandemen UUD pada Minggu tersebut hampir bulat. Dari 2.964 suara, tercatat sebanyak 2.958 suara mendukung amandemen, dua suara menentang amandemen, tiga abstain, dan satu suara lainnya tidak sah.

(hfd/ttcom)

Berita Lainnya
Terlalu Agresif, China Tahan Laju Kendaraan Listrik BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - China akan mengambil tindakan guna menahan laju pertumbuhan kendaraan listrik yang begitu pesat, menurut juru bicara lembaga...
Sebagai Utusan Badan Pengungsi PBB, Angelina Jolie Kunjungi Mosul IRAK, TAJUKTIMUR.COM -- Utusan khusus badan pengungsi PBB (UNHCR) Angelina Jolie mengunjungi kota terbesar kedua Irak, Mosul, pada Sabtu seraya menyer...
Spanyol Selamatkan 933 Migran di Laut Mediterania MADRID, TAJUKTIMUR.COM -- Penjaga pantai Spanyol menyelamatkan 933 orang migran dan menemukan empat mayat di laut Mediterania pada Jumat dan Sabtu sem...
Serangan Udara Israel Lukai Dua Warga Palestina YERUSALEM, TAJUKTIMUR.COM -- Setidaknya dua warga Palestina terluka setelah pesawat udara tak berawak Israel (UAV) melakukan serangan udara di Gaza, k...
Delegasi KNRP Rayakan Idul Fitri Bersama Pengungsi Palestina ISTANBUL, TAJUKTIMUR.COM - Setelah berbagi kebahagiaan bersama warga Gaza pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina ...
Kanal: Internasional