Loading...

Badan Nuklir Dunia Ogah Turuti Permintaan Netanyahu

NEW YORK, TAJUKTIMUR.COM — Pengawas atom Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa menolak untuk secara langsung menangani tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Iran melanggar kesepakatan nuklir bersejarah dengan kekuatan besar.

Netanyahu meningkatkan tekanan pada Amerika Serikat untuk keluar dari kesepakatan pada 2015, dengan menyajikan yang disebutnya bukti kegiatan rahasia senjata nuklir Iran.

Iran diketahui memiliki rencana persenjataan hingga 2003, yang pengulas dan diplomat katakan Netanyahu tampaknya mendaur ulang tuduhan lama.

“Sejalan dengan aturan IAEA, IAEA menilai semua keterangan terkait perlindungan tersedia untuk itu,” kata juru bicara Badan Tenaga Atom Dunia, yang mengawasi kesepakatan tersebut.

“Namun, bukan tugas IAEA untuk membahas terbuka masalah terkait dengan keterangan semacam itu,” katanya.

Dalam laporan yang dikeluarkan pada Desember 2015, sesaat sebelum kesepakatan itu berlaku, IAEA menyatakan berbagai kegiatan terkait pengembangan perangkat peledak nuklir yang dilakukan di Iran sebelum akhir 2003 sebagai upaya tergalang.

Kegiatan tersebut berlanjut sesudah 2003, meskipun dalam jumlah lebih sedikit secara tergalang, dan tidak ada tanda sahih apa pun hingga lewat 2009, kata IAEA pada saat itu.

Berita Lainnya
Film Dokumenter Gaza Raih Penghargaan Film di Spanyol BETHLEHEM, TAJUKTIMUR.COM - Film dokumenter Gaza berhasil meraih penghargaan Premios Goya Award di S...
Awali Tahun 2019 China Lakukan Pendaratan Rover di Bulan BEIJING, TAJUKTIMUR.COM - Banyak dari kita yang ingin mengawali tahun baru dengan sesuatu yang spesi...
Gempa 7,1 SR Guncang Filipina JAKARTA, TAJUKTIMUR.COM - Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang kawasan kepulauan di Mindanao, bagian s...
Dunia Turut Berduka untuk Korban Tsunami Selat Sunda TEHERAN, TAJUKTIMUR.COM - Presiden Iran Hassan Rouhani mengirimkan surat belasungkawa kepada pemerin...
Pakar Prediksi Tsunami Susulan Terjang Indonesia PARIS, TAJUKTIMUR.COM - Pakar tsunami, Richard Teeuw dari University of Portsmouth di Inggris, mempe...
Kanal: Internasional