Loading...

Dewan Keamanan PBB Kembali Serukan Gencatan Senjata di Suriah

NEW YORK (TAJUKTIMUR.COM) – Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat (16/3) kembali menyerukan dilaksanakannya resolusi yang menuntut gencatan senjata segera di seluruh Suriah.

“Anggota Dewan Keamanan kembali menyampaikan seruan mereka bagi pelaksanaan penuh Resolusi 2254 dan 2401,” kata Duta Besar Belanda untuk PBB karel van Oosterom, yang menjadi Presiden Dewan Keamanan untuk Maret.

Anggota Dewan Keamanan kembali menegaskan bahwa Resolusi 2401, yang menuntut gencatan senjata segera, diterapkan di seluruh Suriah, kata van Oosterom kepada wartawan setelah konsultasi tertutup DK mengenai situasi di Suriah.

Mereka mengutuk para pelaku kerusuhan di Ghouta Timur, yang dikuasai gerilyawan dan di Ibu Kota Suriah, Damaskus, sebagai pelanggaran terhadap Resolusi 2401, yang disahkan pada 24 Februari, kata van Oosterom, sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Dewan Keamanan mendapat penjelasan dari Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, melalui telekonferensi video.

Anggota DK kembali menyampaikan seruan mereka bagi “akses kemanusiaan tanpa syarat, tanpa hambatan dan berkelanjutan” dan mendesak semua pihak dalam konflik itu agar secara ketat mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan untuk melindungi warga sipil.

Mereka mengingatkan semua pihak dalam konflik tersebut bahwa mereka berkewajiban menghormati hukum internasional dalam serangan terhadap kelompok yang didaftar oleh PBB sebagai kelompok teroris, katanya.

Anggota DK juga kembali menyampaikan dukungan penuh mereka bagi mandat de Mistura, utusan khusus PBB, untuk membentuk “tanpa penundaan” satu komite konstitusional, yang akan diberi tugas memulai undang-undang dasar baru buat Suriah, dan menyeru semua pihak agar bekerja sama dengan dia, kata duta besar Belanda itu.

Mereka kembali menyatakan bahwa proses Jenewa tetap menjadi jalur terpenting ke arah penyelesaian politik. Mereka mendesak semua pihak di Suriah agar ikut dalam perundingan dengan i`tikad baik dan mendorong utusan khusus PBB agar kembali menyelenggarakan perundingan Jenewa sesegera mungkin, kata van Oosterom.

(as)

Berita Lainnya
UNICEF: 1,2 juta anak di Yaman hidup di daerah konflik YAMAN, TAJUKTIMUR.COM - Sebanyak 1,2 juta anak tinggal di daerah konflik di Yaman --negara yang digu...
Perempuan Gaza berpawai bagi Pembebasan Perempuan yang dipenjarakan Israel GAZA, TAJUKTIMUR.COM - Sejumlah perempuan Palestina menyelenggarakan pertemuan terbuka di Jalur Gaza...
Ratusan orang di Barcelona protes kunjungan Raja Spanyol BARCELONA, TAJUKTIMUR.COM - Ratusan orang turun ke jalan di Barcelona pada Minggu (24/2) untuk menen...
PBB peringatkan Mesir soal eksekusi hukuman mati JENEWA, TAJUKTIMUR.COM - Badan hak asasi manusia PBB pada Jumat menyatakan keprihatinan tentang ekse...
Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan rezim Assad IDLIB, TAJUKTIMUR.COM - Sedikitnya 5 orang tewas akibat serangan udara rezim Bashar al-Assad yang di...
Kanal: Internasional